Komunikasi, Bentuk dan Fungsi

23.04 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /

BENTUK DAN FUNGSI KOMUNIKASI

Diposting : Drs. Ach. Chambali hasjim, SH


Menurut bentuknya :

1. Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)
yaitu komunikasi antara pribadi/persona, disebut juga ‘diadic communication’ adalah komunikasi antara dua orang dimana terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Bisa secara face to face atau bisa melalui medium seperti telepun.

Komunikasi antar persona secara langsung, dimana perilaku yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku lainnya sehingga hubungan antara individu berinteraksi, dan senantiasa merupakan hubungan timbale balik saling mempengaruhi.

Ciri khas komunikasi antar pribadi ini adalah sifatnya yang dua arah (two way traffic communication) dan efektifitas komunikasi ini adalah feedbacknya terjadi saat itu juga, sehingga komunikator (penyampai pesan) dapat mengamati tanggapan dari komunikan (penerima pesan) baik berupa verbal (kata yang disampaikan) maupun non verbal (sikap yang ditunjukan) oleh komunikan.

2. Komunikasi Kelompok /Sosial (Group / Social Communication)
Social Communication (Komunikasi Sosial), yaitu komunikasi antara beberapa anggota di dalam sesatu kelompok atau golongan, atau komunikasi di dalam masyarakat. Bisa secara langsung, yaitu masyarakat menerima pesan langsung dari sumber komunikasi. Bisa tidak langsung, yaitu melalui sasaran antara, yang nantinya akan meneruskan kepada masyarakat luas.

Dalam komunikasi social/kelompok yang harus diperhatikan oleh komunikator bahwa, setiap kelompok/komunitas social memiliki norma dan nilai sendiri-sendiri. Pengaruh norma kelompok besar sekali terhadap cara pandang, cara berfikir, cara bertingkah laku dan cara menanggapi suatu pesan/informasi.
Komunikasi social yang langsung, yaitu setiap anggota masyarakat menerima secara langsung pesan/informasi dari sumber informasi (seperti pada rapat, kampanye, dll)

Komunikasi social yang tidak langsung, yaitu para kelompok antara (sasaran antara seperti tokoh masyarakat ) menerima pesan langsung dari sumber informasi kemudian meneruskan kepada masyarakat.

3. Komunikasi Massa (Mass Communication),
yaitu komunikasi dengan menggunakan /melalui media massa. Dengan demikian informasi yang disampaikan tidak langsung, oleh karena itu feedbacknya juga tidak secara langsung (delayed feedback).
Everett M. Rogers, mengungkapkan bahwa selain mediam massa modern terdapat media tradisional yang digunakan dalam komunikasi massa. Media massa modern mencirikan

Dalam prakteknya, komunikasi verbal sering diikuti dengan komunikasi non verbal, hal ini dimaksudkan untuk memperjelas/mempertegas pesan yang disampaikan. Demikian juga ketiga bentuk komunikasi tersebut tidak selalu kukuh berdiri sendiri, tetapi ketiganya saling menunjang, berperan secara terpadu.


FUNGSI KOMUNIKASI.
Wiiliam I. Gorden (Deddy Mulyana, 2005:5-30) mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu:

1. Sebagai komunikasi social
Fungsi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan berkomunikasi, pemenuhan kebutuhan untuk berinteraksi, menghilangkan ketegangan, menjalin hubungan, untuk mencapai tujuan hidup dapat dilakukan berkomunikasi dengan sekeliling kita / lingkungan social. Pembentukan konsep diri dan aktualitas diri dapat diwujudkan karena kita mendapat respon orang lain. Kita tahu kalau kita ganteng, karena ada orang yang mengatakannya. George Herbert Mead (J. Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri kita.

2. Sebagai komunikasi ekspresif
Dengan berkomunikasi kita dapat mengeskpresikan perasaan (emosi). Raut wajah tegang, atau bibir yang tersenyum, tangan mengepal, mengangguk-angguk dll merupakan komunikasi ekspresif dengan menggunakan simbul-simbul non verbal (gesture). Tertawa, menangis, berdecak, mengumpat, teriak histeris juga merupakan, bercerita, curhat, dll merupakan ekspresi emosi yang dikomunikasi melalui simbul-simbul verbal.

3. Sebagai komunikasi ritual dan seremonial.
Manusia ditakdirkan mempunyai kewajiban untuk melakukan “hablum-minallah dan hablum-minannas “ berkomunikasi dengan Allah SWT, Al-Khaliq seperti menjalankan sholat, berdo’a, berdzikir, bertashbih, dll. ( komunikasi ritual ) Juga berkomunikasi dengan sesama manusia (komunikasi seremonial). Seperti mengadakan acara ulang tahun, sunatan, perkawinan, dan upacara adat lainnya oleh para antropolog disebut sebagai "rites of passage"

4. Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental dimaksudkan untuk mentransformasikan dan menginformasikan, idea-gagasan, pemikiran agar mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur. Sebagai instrument komunikasi, tidak saja digunakan untuk membangun hubungan yang lebih baik, tetapi juga dapat untuk merusak suatu hubungan, tergantung dari tujuan dalam kita berkomunikasi. *****

Diposting : Drs. Ach. Chambali Hasjim, SH


Label: