KOMUNIKASI, Komponen dan proses.

06.55 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /

KOMPONEN DAN PROSES KOMUNIKASI.


KOMPONEN KOMUNIKASI.
Komunikasi dapat berlangsung jika didukung oleh komponen komunikasi, yaitu unsur-unsur yang harus dipenuhi agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. HAROLD LASSWELL (1948) dalam bukunya “ The Structure and Function of Communication in Society “ dalam menjelaskan unsur / komponen komunikasi ini dengan menjawab suatu pertanyaan ini : Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect ?. (siapa berbicara apa dengan menggunakan saluran/media apa, siapa penerimanya dan bagaimana umpan baliknya). Komponen tersebut meliputi :
  1. Komunikator atau pengirim (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain;
  2. Komunike atau eesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain ;
  3. Komunikan atau audience atau penerima (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain ;
  4. Channel (saluran) atau Media, adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  5. Feedback atau umpan balik adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya ;

PROSES KOMUNIKASI
  • Komunikator meng-encode pesan, yaitu memformulasikan buah pikiran/gagasan ke dalam pesan komunikasi (sebagai isi pesan/komunike) dengan lambang-lambang/bahasa yang dapat dimengerti oleh komunikan.
  • Komunikator (sebagai sender) mengirim pesan yang telah diformulasikan itu kepada komunikan (sebagai receiver) dengan menggunakan media tertentu.
  • Kemudian komunikan meng—decode (meng-interpretasikan) pesan/komunike yang diterima itu dalam konteks pengertiannya sendiri.
  • Kemudian komunikan memberikan umpan balik/tanggapan/feedback atas pesan yang diterimanya kepada komunikator.
  • Demikian proses ini berlangsung dalam komunikasi timbal balik/dua arah (two way trafic), sehingga terjadi saling berganti peran antara komunikator dengan komunikan (terutama pada komunikasi antar personal yang feedbacknya berlangsung seketika itu juga/dialogis)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Ingat INGAT!, Sesungguhnya kemampuan berkomunikasi adalah bukanlah semata memiliki ketrampilan dalam menyampaikan pesan, tetapi juga seberapa jauh kita memiliki ketrampilan untuk menjadi pendengar yang baik.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aspek Proses Komunikasi
Bagaimana tekniknya agar komunikasi yang dilancarkan seseorang komunikator berlangsung efektif, dalam prosesnya dapat ditinjau dari dua perspektif :
  1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis; Persona atau kepribadian yang membedakan ‘wujud’ manusia dengan ‘wujud’ lainnya atau ‘infra human’ seperti batu, tumbuh-tumbuhan, hewan dll. Sifat spiritual atau kerohanianlah yang membedakan manusia dengan infra human tersebut. Dengan demikian manusia adalah factor hakiki bagi proses komunikasi.
Proses komunikasi lebih bersifat rohaniah dari pada jasmaniah. Pasan yang disampaikan komunikator kepada komunikan adalah ‘isi kesadaran’ (istilah Hageman : das bewustseininhalte ) atau ‘ gambaran dalam benak’ (picture in our head – Walter Limppmann). Proses komunikasi akan berlangsung jika lambang-lambang pesan dimengerti, jelas disitu terjadi aktivitas rohaniah.

Perspektif psikologis ini terjadi baik pada pada diri komunikator juga pada komunikan saat terjadinya proses komunikasi. Saat Proses komunikasi berlangsung terdapat aktivitas ‘mengemas’ atau ‘membungkus’ pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator, yang dinamakan ‘encoding’. Sedangkan dalam diri komunikan disebut ‘decoding’ (seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan).

  1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis; Proses ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau “melemparkan” dengan bibir kalau lisan, atau dengan tangan kalau tulisan. Penangkapan pesan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera mata, atau indera-indera lainnya. Adakalanya komunikasi tersebar dalam jumlah relatif banyak, sehingga untuk menjangkaunya diperlukan suatu media atau sarana, dalam situasi ini dinamakan komunikasi massa. ****
Diposting : Drs. Ach. Chambali Hasjim, SH.

Label: