Dahsyatnya Al Fatihah

20.42 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



DAHSYATNYA SURAH AL FATIHAH

http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif
Assalaamu’alaikum wr. Wb
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin / Wash-sholaatu was-salaamu
‘alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin / Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin
Robbisy-rohlii shod-ri / Wa yas-sirlii  amri / Wahlul ‘uqdatam-millisanii/
Yaf qohuu – qoulii / Robbi -zidnii ‘ilman / War zughni  fahma./
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_1.png
bismillaahirrahmaanirrahiim
[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.1
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_2.png
alhamdulillaahirabbil'aalamiin
[1:2] Segala puji2 bagi Allah, Tuhan semesta alam.3
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_3.png
arrahmaanirrahiim
[1:3] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_4.png
maalikiyawmiddiin
[1:4] Yang menguasai4 di Hari Pembalasan5
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_5.png
iyyaakana'buduwa-iyyaakanasta'iin
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah,6 dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.7
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_6.png
ihdinaashshiraathalmustaqiim
[1:6] Tunjukilah8 kami jalan yang lurus,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_7.png
shiraathalladziinaan'amta'alayhim ghayrilmaghdhuubi'alayhim walaadhdhaalliin
[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.9
Qs. Al_Fatihah (1:1-7)
Amma ba’du

Majelis netizen  rohimatullooh,
Menurut Kitab Khazinatul Asrar (Ustadz Muhammad Hakky an-Nazily), ada 30 nama dari Surah Al Fatihah ini yang diambil dari berbagai hadits dan dari para sahabat dan tabi’in. seperti : Fatihatul Kitab, Ummul Kitab, UmmulQur’an, dll.
Ummul Kitab, karena Al-Fatihah merupakan induk atau kesimpulan dari Al-Qur’an yang diperjelas dalam 30 juz, 114 ayat dan 6236 ayat yang ada dalam Al-Qur’an.
As-Sab’ul Matsany, yang berarti tujuh dalam dua bagian (atau berulang-ulang disebut di qur’an). 
As Sab’ul atau Tujuh karena terdiri dari tujuh ayat, dan Matsany atau 2 bagian :
·      Bagian pertama ayat 1-5 milik Allah SWT (5 yat untuk pujian untuk Allah ); dan
·      Bagian kedua, ayat 6-7 untuk manusia (2 ayat permohonan kepada Allah)
Secara filosofi, dalam berdo’a, perbanyak puji-pujian untuk Allah, baru mohon apa yang dinginkan dengan derajat lebih banyak puji-pujiannya (amal sholeh) dibanding yang diminta.

Al Fatihah menjadi bacaan wajib dalam sholat, berarti seorang muslim, bila sholat wajib saja yang 17 rakaat dalam sehari-semalam, berarti sudah 17 kali membaca surahtul fatihah ini, bulan lagi bila ditambah dengan sholat sunnah lain.

Ta’awwudz.
A’udzu Billahi Minasy-Syaithonirr-Rajiim
Aku berlindung dengan Allah dari godaan syetan yang terkutuk.
Kenapa syetan yang terkutuk, karena syetan telah mengingkari perintah Allah SWT.
Q.S Al-A’Raaf (7:11-17)  Di ayat 11 surah ini, Allah memerintahkan malaikat sujud kepada Adam yang telah diciptakannya, malaikat mengikuti perintah itu keciali syetan, kemudian terjadi dialog syetan dengan Allah :
walaqod kholaqnaakum tsumma showwarnaakum tsumma qulnaa lilmalaa-ikati          us juduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa lam yakun minassaajidiin
[7:11]. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
qoola maa mana 'akallaa tasjuda idz amartuka qoola anaa khoyrun minhu kholaqtanii min naarin wakholaqtahu min thiin
[7:12]. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

qoola fahbith minhaa famaa yakuunu laka an tatakabbara fiihaa fakhruj innaka minashshooghiriin
[7:13]. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".
qoola an-zhir-nii ilaa yawmi yub-'atsuun
[7:14].  Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya*/sampai waktu mereka dibangkitkan".  (*/Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.)
qoola innaka minal mun-zho-riin
[7:15]. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
qoola fabimaa agh-waytanii la-aq-'udanna lahum shiroothokal mustaqiim
[7:16]. Iblis menjawab: Karena Engkau (Allah) telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
tsumma laa atiyan-nahum min bayni aydiihim wamin kholfihim wa'an aymaanihim        wa-'an syamaa-ilihim walaa tajidu aktsorohum syaakiriin
[7:17]. “kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”.

Syetan  akan  menggoda manusia  agar menyimpang dari jalan yang lurus, dilakukan dari muka, belakang, kanan dan kiri.  Syetan tidak bisa menggoda manusia dari atas dan bawah.
Itu Artinya, manusia yang terbiasa bermunajat (menengadah ketas) untuk berdzikir dan berdoa, serta bersujud (kepala simbul kehormatan manusia diletakkan sederajat dengan telap kaki) yaitu sholat (assholatu addu’a) tak bisa digoda syetan.

Bila kita harus mer-ta’awwudz ? :
· Sebelum membaca Al-Qur’an :’
fa-idzaa qoro/tal qur-aana fasta'idz bilaahi minasy-syaythaanirrajiim
[16:98]Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” [Q.S. An-Nahl (16):98]
· Sebelum atau sesedah takbir saat sholat (Imam Syafii, pada rakaat pertama saja) ;
· ketika marah.

Basmalah.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_1.png
bismillaahirrahmaanirrahiim
[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.1
Kalimat ini seharusnya selalu mengiringi setiap aktivitas kita, untuk mengingatkan segala sesutau kita lakukan karena Allah semata (sebagai ibadah) sehingga membuat kita selalu dijalan yang lurus seperti yang kita mohonkan dalam surah al-fatihah ini.
Q.S. Ar-Raad (13:28)
alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikrillaahi laa bidzikrillaahi tathma-innul quluub
[13:28]. “orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah hanya dengan mengingat  Allah-lah hati menjadi tenteram “
Hamdalah.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_2.png
alhamdulillaahirabbil'aalamiin
[1:2] Segala puji2 bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Sebagai ucapan pertanda syukur nikmat, ini terkait dengan peringatan Allah SWT [Q.S. Ibrahim (14):7]
wa-idz ta-adzdzana robbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid

[14:7]. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Rasulullah SAW bersabda :
afdzalu dzik-kri, -- laaillaha ilallah
wa afdzalud-du’a, --  alhadulillah.
“Zikir paling utama ialah kalimah –Laaillaha ilallah
dan do’a paling utama kalamah Alhamdulillah.

Alhamdala-Bassmala-Tawakal.
Filosi  “ formula tiga huruf awal abjad Arab “ Alif, Ba’ dan Ta’ “
Saat bangun tidur menjelang sholat subuh, hidup kita awali dengan bacaan “Alhamdala”  (formula ‘alif’) alhamdulilaah hirabbil ‘alamiin/Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.  Bersyukur kita masih dibangunkan Allah untuk menghirup segar dunia ini. 
Tugas hidup adalah ibadah, mencari nafkah hidup,menjalankan amanah Allah, maka  awali tugas hidup itu dengan membaca “Bassmala” (Formula ba’) Bismillahirrohmaanirrohim/  Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dengan membaca basmala mudah-mudahan yang kita kerjakan bernilai ibadah.
Dan akhirnya, kita kembali kerumah dengan segala apa yang kita hasilkan hari ini, ada sukses dan ada kegagalan,  hasilnya kurang atau berlimpah, menyenangkan atau menjengkelkan.  Semua harus kita terima dengan ‘Tawaqal’  (Formula ta’).  Ikhlas menerima apa yang telah diberikan kepada kita untuk hari ini.

Ar-Rohmaan, Ar-Rohimm.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_3.png
arrahmaanirrahiim
[1:3] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Selain sebagai diantara asmaul husna yang 99 itu, kata  ar-rahmaan  dan ar-rahiim termasuk paling banyak disebut  dalam al-quran  yaitu masing-masing sebanyak 800 kali (bay arifin, samudra fatihah).
Ar-Rahmaan,  Yang Maha Pemurah Pencurah Ramhah kepada seluruh umat
Ar-Rahiim, Yang Maha Pengasih dan tak pernah pilih kasih.
Firman Allah SWT Q.S. Ibrahim (14) : 34
Wa aataakum min kulli maa sa-altumuuhu wa-in ta'udduu ni'matalloohi laa tukh suuhaa innal-insaana lazholuumun kaffaar
[14:34]. “Allah beri kamu apa saja yang kamu minta (butuhkan). Dan jika  kamu hitung-hitung nikmat Allah itu, kamu tak akan sanggup menjumlahkannya.  Tetapi manusia itu zhalim, dan sangat mengingkari (ni'mat Allah).

Maaliki Yawmiddin
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_4.png
maalikiyawmiddiin
[1:4] Yang menguasai di Hari Pembalasan
Hari Pembalasan, untuk menginghatkan kepada manusia tentang hidup, mati, akherat, khisab, surga dan neraka. Pemahaman dan pengingatan tentang Hari Pembalasan akan menjadi kendali efektif   dalam perjalanan hidup didunia ini.
Q.S. Az-Zumar (39:58):
aw taquula hiina taroo l'adzaaba law anna lii karrotan fa-akuuna minal mukhsiniin
[39:58] Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'.

Iyyaka na’budu  wa  iyyaka nasta’iin.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_5.png
iyyaakana'buduwa-iyyaakanasta'iin
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah,6 dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Substansi dari ayat  adalah  :
Na'budu (disembah) dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
Nasta'iin (minta pertolongan), dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
Mendahulukan Na’budu (idadah) dari pada Nasta’iin (isti’anah) pada surah al fatihah ini, berarti mendahulukan ‘tujuan’ dari pada ‘wasilah’ /media.  
Hal ini memberikan konsekuensi, siapa yang kita sembah, itulah yang patut dijadikan sandaran untuk meminta pertolongan.  Karena ibadat itu berhubungan dengan uluhiyah-Nya dan isit’anah (do’a) berhubungan dengan Rububiyah-
Pengakuan terhadap keesaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan mengandung kesempurnaan keimanan kepadaNya, dari dua segi, yaitu :
·      Rububiyah, yaitu sifat Ketuhanan yang menciptakan dan memelihara dan mengatur alam semesta ini.
·      Uluhiyah, yaitu segi ini adalah konsekunsi dari segi rububiyah, karena hanya Dzat Allah yang menciptakan alam beserta isinya ini, maka hanya Allah lah yang patut disemha dan dimohon ampunan dan pertolongannya.
Dalam isti’anah (berdo’a),  harus menghimpun dua sifat pokok, yaitu tsiqoh (berserah diri), dan I’timad (menggantungkan harapan). Maka dalam  bermohon kepada Allah (Istia’nah/berdo’a) harusberserah diri seutuhnya dan menggantungkan harapannya kepada hanya yang dimintai, yaitu Allah SWT.

Ihdinasysyiroothol-mustaqiim.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_6.png
ihdinaashshiraathalmustaqiim
[1:6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Ungkapan ini tal terlepas dari “iyyaka na’budu wa iyaka nasta’iin’  pertolongan yang kita minta adalah agar Allah menunjukan jalan yang lurus, karena Allah Maha Tahu.  Jalan yang lurus  yang baimana,  maka ayat ketujuh menjelaskannya.

Syiroothol-ladzina an’amta  ‘alaihim Ghoiril-maghdhuubi ‘alaihim  waladh-dhoolin.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/1/1_7.png
Syiroothol-ladzina an’amta  ‘alaihim Ghoiril-maghdhuubi ‘alaihim  waladh-dhoolin.
 [1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.9
Orang-orang yang dimurkai Allah (‘maghdhuubi’), itu adalah golongan orang Yahudi, Alahh SWY berfiman Q.S. Al-A’raf (7:152).

innalladziina ittakhodzuul 'ijla sayanaaluhum ghodhobun min robbihim wadzillatun fiil khayaatid-dunyaa wakadzaalika najziil muftariin
[7:152] Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
Sedang  orang-orang yang sesat (‘dhoolliin’ ) itu seperti orang Nasrani. Allah SWT berfirman  Q.S. Al-Maidah (5:17):
laqod kafarolladziina qooluu innallooha huwal masiihu ibnu maryama qul faman yamliku minalloohi syay-an in arooda an yuhlikal masiikha ibna maryama waummahu waman fiil-ardhi jamii'an walillaahi mulkus samaawaati wal-ardhi wamaa baynahumaa yakhluqu maa yasyaau walaahu 'alaakulli syay-in qodiir
[5:17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kini, kita para orang tua, dalam pertarungan dunia yang serba ‘materialis dan kapitalis’ ini, adalah kegelisahan kita terhadap anak cucu kita nanti akan kembali pada golongan yang dimurkai (‘maghdhuubi’), Allah (menjadi Yahudi), atau kembali menjadi orang yang sesat (‘dhoolliin’ ) Allah (menjadi Nasrani) dalam model yang baru ?,
Nabi Ibrahim a.s pun telah mewasiatkan kepada anak-anaknya dan kepada Nabi Ya’kub a.s, sehingga Nabi Ya’qub a.s ketika tanda-tanda maut akan menghampirinya, bertanya kepada anak-anaknya :
“….Ma-ta’ buduunya mim ba’di“/"Apa yang kamu sembah sepeninggalku?
‘Qooluu’/Mereka menjawab:
 Na’budu ilaahaka wa ilaaha ……dst.
"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
QS. Al_Bagarah (2:133)
am kuntum syuhadaa-a idz khadhoro ya' quubal mawtu idz qoola libaniihi maa ta'buduuna min ba'dii qooluu na'budu ilaahaka wa-ilaaha aabaa-ika ibroohiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqo ilaahan waakhidan wanakhnu lahu muslimuun
[2:133] Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Anak keturanan kita apakah kelak masih menyembah seperti yang kita sembah, apakah ia akan menyembah harta, jabatan, kekuataan, kemewahan, dll.  Gejalanya sekarang, orang lebih melihat pendidikan yang memiliki akses untuk keduniawiannya dari pada ukhrowinya.  Syukur semua itu kalau dilandasi dengan takut kepada : kemiskinan itu mendekatkan kepada kekufuran.
Semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang lurus, jalan yang dilimpahkan kepada umatnya dikasihi Alllah SWT. Dan semoga kita dapat menjadi kekasih Allah SWT Amien !! *********** (Sya’ban 1436H/hambaly)**

Waloohu a’lam bishowab
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
asyhadualla ilahailla anta
astagfiruka wa’atubu ilaik
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).
Billahitaufiq wal hidayah - Ihdinashirotol mustakim
Wassalamu’alaikum wr wb.
&&&&&(hambaly)&&&&&&

 Sumber :
ü   Samudra Al-Fatihah, oleh Bey Arifin)
ü   Dll. *******

Label: