Muhassabah Syukur Nikmat

22.16 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



MUHASSABAH
SYUKUR NIKMAT
http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif

Ass wrwb

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/14/14_7.png
Wa-idz ta-adzdzana robbukum
La-in syakartum la-aziidannakum
Wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid….
[Qs. Ibrohim_14:7] :


Majelis Netizen Rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana seruan Rasul “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan allah ta’ala dalam qs. Al israa’-78, oleh rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan allah....(HR. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam
 sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
·      Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (qs ali imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(HR.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (QS. Al Ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (ali imran 104)
·      Dan  kata rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan Allah Ta’ala :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_44.png
Ata/muruunan-naasa bilbirri Watansawna an-fusakum  Wa-antum tat luunal kitaaba Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 Surah Al Baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Bermuhasabah, yaitu melakukan mengevaluasi diri atau instropeksi terhadap apa yang sudah kita lakukan, penting bagi setiap kita agar perjalanan hidup didunia menuju kehidupan abadi diakhierat nanti tidak merugi. 
·      Sebuah hadits, dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi ).
·      Muhassabah, atau evaluasi diri merupakan bagian dari manajemen kehidupan, kita memiliki ‘ghoyah’ (visi), yaitu “fiddunya khasanah-akhiroti khasanah” . Kemudian menyusun ‘adhaf (perencanaan), dan mengatur takhtith’ (strategi), untutk tatbig’ (pelaksanaan), kemudian melakukan ‘muhasabah’ (evaluasi diri).
·      Imam Turmidzi meriwayatkan tentang perkataan Umar bin Khattab, seorang sahabat yang dikenal sebagai Amirul Mukminin yang mengingatkan kepada  umat Islam : Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu.” Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia “

Ada ‘samething wrong’  dalam bersyukur ?
·      Sepertinya ada yang salah kalau melihat fenomena alam akhir-akhir ini, unsur-unsur alam seolah telah ‘berkoalisi’ menggoncang bumi ini. 
unsur bhumi’, atau tanah sudah banyak yang longsor dan ambles,
unsur tirta’ atau air banyak menimbulkan banjir dimana-mana;
unsur bayu’ atau angin, angin puyuh dan puting beliung mengamuk,
unsur agni’ atau api terjadi kebakaran dimana-mana. 
·      Unsur hati/kalbu’ yang telah tercabut dari dalam diri seseorang sehingga sepertinya banyak orang ‘tak punya hati’ lagi. 
ü Tawuran, kroyokan, perang antar sesama kita, anarkhis telah ditampakkan secara visual dan gamblang setiap hari sebagai komoditi media khususnya televisi. 
ü Munculnya perilaku jahiliyah modern dalam masyarakat, kesombongan dan kerakusan akan harta seperti yang pernah dilakukan oleh qorun, yang diungkapkan  al qur’an dalam al_qoshash (28:78) : ...innamaa uutiituhu 'alaa 'ilmin … "sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".
ü Kembalinya perilaku paganism modern (pemujaan kepada berhala yang dijaman jahiliyah dipelopori oelh amr bin luhay, yang memboyong patung berhala dari syam ke makkah untuk dipuja), paganisme modern pemujaannya kepada harta, tahta dan wanita, demikian juga ritual sesaji dalam kemasan modern, juga terus berkembang
ü Perilaku ritual sesaji, dilakukan untuk maksud memberi persembahan kepada sesuatu yang dianggap memiliki kekuasaan/ kekuatan lebih.
Ritual sesaji yang animism ini, masih terus dilakukan oleh banyak orang pada era modern kini dalam model dan kemasan yang baru, kalau dulu persembahannya dalam bunga dan kemenyan, sekarang sesajinya dalam bentuk parcel, suap, gratifikasi, pujian, sanjungan, dll yang semua itu bertendensi agar mendapatkan imbalan dari sang penguasa.
Mengambil hikmahnya.
ü Marilah kita ambil hikmah dari semua kejadian alam itu dengan melakukan muhasabah. 
ü Memang tidak semua orang diberi hidayah untuk mampu mengambil hikmah,  kecuali hanya orang-orang yang berakal (ulul albaab) saja.
ü Seperti firman Allah swt “…..wamaa yadz-dzakkaru illaa uluul-albaab/dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman allah).   (qs. Al baqarah_2: 269)
Laknat allah bagi yang tidak bersyukur
ü Kegaduhan bangsa ini, baik karena factor alam maupun factor manusianya, bisa jadi kita kurang pandai bersyukur atas nikmat-nya,  
Alah swt telah memperingatkan seperti firman-nya [qs. Ibrohim_14:7] :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/14/14_7.png
Wa-idz ta-adzdzana rabbukum La-in syakartum la-aziidannakum  Wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid
Dan (ingatlah juga), tatkala tuhanmu memaklumkan; "sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, Dan jika kamu mengingkari (ni'mat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih".
Bersyukurlah hanya kepada allah swt atas nikmatnya
ü Bersyukur ditujukan hendaklah semata-mata hanya kepada allah swt. Kalau kita mau konsekuen dengan iyyaka na’budu-waiyyaka nasta’iin”  (hanya kepadamu aku menyembah dan kepadamu kami mita pertolongan).
ü Karena hanya dari allah swt lah datangnya seluruh nikmat tersebut : wamaa-bikum  min-ni’matin, faminalloohi –“dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari allah-lah (datangnya), ….[qs. An-nahl (16:53) juga di qs. Al baqarah (2:152); an nahl (16:114)

Dua bentuk nikmat
·      Nikmat allah swt yang dilimpahkan kepada umatnya (manusia) ada dua bentuk dan sifatnya :
Pertama, nikmat yang bersifat fitri dan azasi
·      Yang diberikan sejak kita dilahirkan/nikmat bawaan, seperti kita diberikan wujud makhluk yang sempurna, punya akal, punya hati, punya anggota badan yang memberi kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/16/16_78.png
Waloohu akhrojakum min buthuuni Ummahaa-tikum laa ta'-lamuuna syay-an Waja 'ala lakumus-sam 'a Wal-abshooro wal-af-idata La-'allakum tasykuruun  
dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, Dan dia memberi kamu pendengaran (as-sam ’a).  Dan penglihatan (wal-abshooro, Dan hati,(wal af’idahta) Agar kamu bersyukur.”  [qs. An-nahl_16:78].
·      Biasanya kita baru merakan bahwa ini nikmat yang luar biasa, kalau terjadi gangguan atau sakit, apa as-sam’a/pendengaran kita, apa abshooro/mata kita, apa  af-‘idahta/hati kita, selama masih sehat rasanya tak terpikir untuk mensyukurinya.
Kedua, nikmat yang datangnya setiap saat,
·      Segala kehidupan alam beserta isinya diciptakan allah ta’ala yang memang diperuntukkan bagi manusia. 
·      Dalam surah Yasiin (36:33-35) Allah swt berfirman :,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/36/36_33.png
Wa-aayatulahumul-ardhul maytatu akhyaynaahaa wa-akhrojnaa minha khabban faminhu ya/kuluun
Dan suatu tanda (kekuasaan allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/36/36_34.png
Waja'alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin
Wafaj-jarnaa fiihaa minal 'uyuun
Dan kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/36/36_35.png
Liya/kuluu min tsamarihi wamaa 'amilat-hu aydiihim afalaa yasykuruun
Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
·      Dalam QS. Al_Baqoroh (2:22), allah swt juga berfirman :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_22.png
Alladzii ja'ala lakumul-ardho Firoosyan wassamaa-a binaa-an  Wa-anzala minas-samaa-i  Maa-an fa-akhroja bihi  Minats-tsamarooti rizqon-lakum
Falaa taj-'aluu lillaahi  Andaadan wa-antum ta'lamuun
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi allah30, padahal kamu mengetahui. 
·      Makanya sebelum menciptakan manusia maka allah menciptakan dulu alam beserta isinya untuk keperluan hidup manusia.
·      Dalam dnuia ilmu pengetahuan teori penciptaan alam semesta yang disebut "big bang" (13.7 milyar tahun lalu.), yang menyatakan bahwa awal segalanya adalah ledakan besar, lalu mengembang terus-menerus.
·      Yah manusia boleh saja berteori, tapi harus diingat sabda rosulullah, bahwa ilmu kita (manusia) hanya setetes air, sedangkan ilmu allah seluas tujuh samudra. Artinya kita (manusia) berpikir sampai mentok pun itu hanya setetes air, dibanding allah yang memiliki sifat “al ‘aliim” yang maha mengetahui-maha memiliki pengathuan.
Nikmat adalah anugerah
·      Kenikmatan hidup sepertinya sudah menjadi hak, sehingga sering kita lupa untuk berterima kasih dalam bentuk bersyukur.
·      Nikmat baru terasa bernilai kalau sudah dicanut dari kita, seperti nikmat sehat diganti dengan sakit, maka baru sadar betapa berharganya sehat itu
·      Nikmat-nikmat tersebut tidak mampu kita hitung, karena terlalu banyak nikmat yang diberikan allah swt kepada manusia.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/16/16_18.png
Wa-in ta 'udduu ni'matalloohi Laatukhsuuhaa innallooha laghofuurur- rokhiim
“dan jika kamu menghitung-hitung nikmat allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya allah benar-benar maha pengampun lagi maha penyayang”. [QS. An-Nahl_16:18]

Bersyukur secara kaffah:
ü Dalam mensyukuri nikmat allah swt, hendaklah dilakukan secara kaffah (lengkap dan totalitas), tidak sekedar “libsservice“ . 
ü Bersyukur harus dilakukan dengan :
-at-tash-diiqu bil-qolbi/bin-niat / membenarkan/diniatkan  dalam hati;
-wa al-iqrooru bil-lisaani / dan mengucapkan dengan lisan;
Wa al-’amalu bil-arkaan /dan melaksanakannya dengan amal perbuatan.
Bersyukur bil-qolbi/bin-niat
ü Bahwa segala sesuatu ditentukan karena niatnya, maka berniatlah dengan bersih dan ikhlas, untuk mensyukuri nikmat allah swt yang diterimanya.
ü Hadits rasululloh saw menjelaskan akan hal ini, “dari amirul mu’minin, abi hafs umar bin al khottob radiallahuanhu, dia berkata: saya mendengar rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya setiap perbuatan1 tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.”  (h.r. Bukhari muslim)

Bersyukur bil-lisaani
·       Sudah ditunjukan oleh allah swt (qs.ad-dhuhaa_93:11):
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/93/93_11.png

 wa-ammaa bini’mati robbika-fakadist.
 dan terhadap nikmat tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan (menyebutnya)
Qs. An_nashr_110:3
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/110/110_3.png
Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaabaa
Maka bertasbihlah dengan memuji tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-nya. Sesungguhnya dia adalah maha penerima taubat.
(tasbih : subhanallah; tahmid: alhamdulillahirobbil ‘alamin; tahlil:lailaha ilallah)
Bersyukur bill arkaan
·      Yaitu merefleksikan rasa syukur dengan tindakan kebaikan sesuai dengan nikmat yang diterimanya,
Misalnya diberi sehat, ya jangan dikotori dengan minum alcohol atau ngisap ganja atau nyuntik morfin. 
·      Kita bangsa indonesia mendapat limpahan nikmat dari allah swt, tanah kita sering diumpakan bagaikan ‘secuil tanah surga yang jatuh kebumi’  karena kekayaan alam baik flora, fauna, isi perut bumi, iklim. 
Baik secara topografis, geografis, klimatologis, ekonomis, politis, yang posisinya strategis, tentunya kita ingin berakhir dengan tragis. Hendaknya di syukuri secara amanah.
·      Yang diserahi ngurus hutan seharusnya tidak jadi ‘orang hutan’, yang ngurus laut seharusnya tidak jadi ‘bajak laut’, yang diserahi ngurus uang rakyat seharusnya ya jangan ‘diembat’,  yang diserahi ngurus negara jangan bikin sengsara
·      Ketidak amanahan dalam memelihara dan mefanfaatkan pemberian dan anugerah allah swt dalam bentuk nikmat-nikmat itu tadi, tentu saja kemurkaan allah lah yang akan kita terima, seperti yang difirmankan-nya dalam surah ke-14 ayat 7 tersebut diatas :   la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid” 
Allah memperingatkan negeri yang kufur nikmat
·      Banyak negara yang sebelumnya merupakan negara yang besar bahkan dengan sebutan negara adidaya dan adikuasa, kemudian menjadi pecah menjadi berkeping-keping menjadi negara kecil-kecil,
·      Sebut saja seperti Rusia yang dulunya negara adikuasa, tercerai berai menjadi negara kecil-kecil ketika Gorbachev di tahun 1985 melancarkan program glasnost (keterbukaan politik) perestroika (restrukturisai ekonomi).
·      Apapun alasannya, tapi itu kehendak Allah swt untuk menghancurkannya, yang pada dewasa ini, telah banyak negara-negara terutama di Timur Tengah, yang banyak bergejolak karena ketidak amanah pemimpinannya.
Allah ta’ala memperingatkan...QS. An Nahl (16:112)
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/16/16_112.png
wadhoroballoohu matsalan qoryatan kaanat aaminatan muthma-innatan ya/tiihaa rizquhaa roghodan min kulli makaanin fakafarot bi-an'umillaahi fa-adzaaqohaalloohu libaasa al juu'i walkhowfi bimaa kaanuu yashna'uun
dan allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya (‘aamintana-mutma-innatan) aman lagi tenteram, (rizquhaa roghodan) rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat allah; karena itu allah merasakan kepada mereka (libasa al-ju’i-walkhaufi) pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” [QS. An-Nahl_16:112]
·      Libasa al-juu’i walkhoufi atau pakaian kelaparan dan ketakutan maksudnya adalah kelaparan  dan ketakutan itu meliputi mereka kemana pun ia pergi,  seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka.
·      Kemana kita pergi yang namanya rasa lapar (lapar secara jasmaniah maupun rohaniyah) selalu menghantui dan mengikutinya, sehingga banyak diantara mereka yang mengabaikan norma-norma agama-sosial-budaya dll dalam mencari dan menumpuk harta dunia karena takut kelaparan.   
·      Indonesia dengan tingkat keberagaman yang tinggi, bukan tidak mungkin suatu saat tinggal sejarah, kalau tidak segera melakukan taubatan nasuha secara nasional.
·      Allah swt bahkan memberi kita kesempatan seluas-luasnya untuk bertaubat bila ada kesalahan yang telah dilakukan, dengan taubat yang sebenar-benar taubat, taubat nasuha, bukan taubat ‘tomat’ sebentar taubat sebentar ‘kumat’ atau kambuh atau mengulang lagi. 
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/25/25_71.png
Waman taaba wa 'amila shoolihan Fa-innahu yatuubu ilalloohi mataabaa
[25:71] dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.  [QS. Al_Furqon (25:71)]
·      Mudah-mudahan allah menjauhkan kita dari kufur nikmat, mudah-mudahan allah swt memasukan kita pada golongan orang-orang yang pandai mensyukuri nikmanya.  Amien !****

Waloohu a’lam bishowab
Demikian yang saya sampaikan bila itu kebenaran, merupakan kebenaran yang datangnya dari allah semata, karena sifat-nya yang  al haaq/yang maha benar,

Kalau ada salahnya, itulah kesalahan saya sebagai manusia,
Yang sifatnya memang deket dengan kekhilafan
Seperti kata pepatah arab :
al insaanu makhallul khoto wan nisyaan”.

Waloohu a’lam bishowab
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadualla ilahailla anta
Astagfiruka wa’atubu ilaik
“maha suci engkau ya allah, dengan memuji-mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-mu, aku memohon pengampunan-mu dan bertaubat kepada-mu.”
(hr. Tirmidzi, shahih).
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada allah kita mohon keselamatan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh

Ya rabb.
Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman.
Wa nas’aluka qolban khaasyi’an
Wa nas’aluka ‘ilman naafi’an.
Wa nas’aluka yaqiinan shoodiqon.
Wa nas’aluka ‘amalan shoolihan.
Wa nas’aluka dinan qoyyiman.
Wa nas’aluka khoiran katsiiron.
Wa nas’alukal-‘afwa wal-‘aafiyah.
Wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah.
Wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati
Wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas.

“ya allah ya tuhan kami,
Kami memohon kepada-mu (mohon diberi) iman yang langgeng,
Dan kami mohon kepada-mu hati kami yang khusyuk,
Dan kami mohon kepada-mu diberi-nya ilmu yang bermanfaat,
Dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar,
Dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh,
Dan kami mohon tetap dalam dalam agama islam,
Dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah,
Dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan,
Dan kami mohon kesehatan yang sempurna,
Dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami,
Dan kami mohon kecukupan.
Ya rabb
Alloohumma innaa  nas-aluka
Salamatan  fid-diin, wa ‘aafiatan  fil- jasad
Wa  ziyaadatan fil-’ilmi, wa  barokatan  fir-rizqi
Wa  taw-wabatan qoblal maut, wa  rohmatan indal maut
Wa  magh-firotan  ba’dal maut,
Allahumma haw-win ‘alainaa fii sakarotil-mauut,
Wan-najaata  minan-naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab.
Ya allah, ya tuhan kami,
Kami mohon keselamatan agama, keselamatan jasmani,
Bertambahnya ilmu, dan keberkahan rezeki, dapat bertaubat sebelum mati,
Mendapatkan rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati,
Ya allah, ya tuhan kami mudahkan kami pada gelombang sakaratul maut,
Dan bebaskan kami dari adzab neraka,   serta memperoleh ampunan ketika dikhisab.

Ya rabb.
“allahumma innii as ‘aluka ‘ilman naafi’an,
Wa rizqan tayyiban,
Wa ‘amalan mutaqobbalan”
“ya allah, aku mohon kepada-mu ilmu yang bermanfaat,
Rezeki yang baik, dan amal ibadah yang diterima.
(h.r. Ibnu majah)”

“allaahummak finii bihalaalika ‘an haraamika
Wa agninii bifadlika ‘amman siwaaka”
“ya allah, cukupilah diriku dengan kehalalan rezeki-mu dari yang engkau haramkan, dan cukupilah diriku dengan karunia-mu dari meminta kepada selain-mu.
(h.r. Tirmizi)”

“allaahumma innii as’aluka
‘ilman naafi’an
Wa rizqan waasi’an
Wa syifa’an min kulli daa’in”
“ya allah, aku mohon kepada-mu ilmu yang bermanfaat,
Rezeki yang luas, dan penawar (kesembuhan) dari segala penyakit.
(h.r. Thabrani)”


Ya rabb..
"allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii,
Wa aafinii, warzuqnii."
Ya allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku,
Selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku

“allaahumma innii as’aluka
‘ilman naafi’an
Wa rizqan waasi’an
Wa syifa’an min kulli daa’in”
“ya allah, aku mohon kepada-mu ilmu yang bermanfaat,
Rezeki yang luas, dan penawar (kesembuhan) dari segala penyakit.
(h.r. Thabrani)”

Amien



Label: