Al Ashr_Eps_Amal Soleh

22.12 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



AL- ’ASHR  / DEMI WAKTU

(Kuliah Subuh Seri A’ Ashr Eps-3, Amalan Sholihan )

http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif
Ass wrwb
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_1.png
wal'ashri
[103:1] Demi masa.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_2.png
innal-insaana lafii khusrin
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_3.png
Illaaalladziina aamanuu wa'amiluush-shoolikhaati  watawaa sawbil khaqqi watawaa sawbish-shobri
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. 

Majelis netizen rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana seruan Rasuulloh sawl “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah Allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan Allah Ta’ala dalam QS. Al israa’-78, oleh Rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan Allah....(hr. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam,  sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar Muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (Qs. Ali Imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu Hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(hr.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (Al Ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (QS. Ali Imran 104)
·      Dan  kata Rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan allah ta’ala :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_44.png
Ata/muruunan-naasa bilbirri watansawna an-fusakum  wa-antum tat luunal kitaaba Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 surah al baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.
·      Dakwah berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw. 
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Surat Al 'Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah.
·      Dinamai Al 'Ashr (masa) diambil dari perkataan Al 'Ashr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
·      Isi surah ini mengingatkan kepada Semua manusia bahwa berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.
·      Allah SWT mengingatkan kepada kita manusia, dengan bersumpah “demi waktu” (wal ’asry) menunjukkan begitu sangat pentingnya kita harus memperhatikan waktu. 
·      Kalau ditanya diapakah yang paling jauh dengan kita, jawabannya adalah waktu, karena waktu yg telah lewat tak bisa dijangkau lagi, demikian siapa yang paling dekat dengan kita, juga waktu, karena waktu terus mendekat detik demi detik kepada kita, kalau kita tidak pandai memanfaatkannya kita menjadi golongan yang akan merugi. innal insaana lafii khusrin” (Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian)
·      Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, menceritakan tentang ayat ini, bahwa “Amr bin Al ‘Ash pernah diutus untuk menemui Musailamah al Kadzdazb, ini terjadi setelah Muhammad diangkat sebagai Rasululloh dan “amr bin ‘Ash belum masuk Islam.
Musailamah al Kazddzab bertanya kepada ‘Amr bin ‘Ash, “Apa yang telah diturunkan kepada Sahabatmu ini (Rasululloh) selama ini ?”
‘Amr bin ‘Ash menjawab : “telah diturunkan kepadanya satu surat ringkat namun sangat padat”
Dia (Musailamah) bertanya : “Surat apa itu ?”
‘Amr bin Ash menjawab : wal'ashri,  innal-insaana lafii khusrin, Illaaalladziina aamanuu wa'amiluush-shoolikhaati  watawaa sawbil khaqqi watawaa sawbish-shobri
Musailamah berpikir sejenak, kemudian berkata : “Dan telah diturunkan pula hal serupa kepadaku”
‘Amr bin Ash bertama : “apa itu ?”
Musailamah menjawab (dengan maksud menghina firman Allah tsb ): Yaa wabriyaa wabr. Wa innamaa anta uzduunani wa shadr. Wa saa-iruka hafr naqr: (“hai kelinci, hai kelinci, sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada, dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang).
Kemudian ia bertanaya kepada ‘Amrs bin ‘Ash : “bagaimana pendapatmu ?”
‘Amr bin Ash berkata kepadanya : “ Demi Allah, sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta”

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Dalam surah Al_Ashr ayat 3 tersebut ada penegasan “kecuali”, pernyataan ini menggambarkan ada kondisi sebaliknya pada pernyataan sebelumnya, yaitu “rugi”, apabila sesuai dengan yang dimaksud pada pernyataan setelah kata “kecuali” tersebut, yaitu orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Bentuk Amal Sholeh/ wa'amiluush-shoolikhaati 
·      Amalan sholehan, adalah tindak perilaku baik sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah swt,  kebajikan menurut Allah swt.   Amal shaleh merupakan implikasi dari keimanan seseorang. 
·      Tanpa memiliki keimanan terhadap Aqidah Islamiyyah, perilaku amal sholeh, tidak memiliki makna rohaniah, ada kemungkinan perbuatan baiknya hanya sebuah ‘action’ untuk kepentingan tertentu. 
·      Bagaimana amalan sholehan sebagai implikasi keimanan seseorang, adalah seperti yang ditegaskan oleh Allah Swt QS_Al Baqoroh (2:177)
laisal birro an tuwalluu wujuuhakum/bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah
qibalal-masyriqi wal magribi /timur dan barat itu suatu kebajikan,
wa laakinal birra /  akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah :
man aamana billaahi ( beriman kepada allah, )
wal-yaumil aakhiri  (hari kemudian,)
wal-malaaikati  (malaikat-malaikat )
wal-kitaabi  (kitab-kitab )
wan-nabbiyyin, (nabi-nabi )
wa  aatal-maala  ’ala hubbihi zawil qurba (dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya)
wal-yaataama wal-masaakiina (anak-anak yatim, orang-orang miskin,)
wabnassabili  was-saailina  wa fir-riqab (musafir dan orang-orang yang meminta-minta;  dan (memerdekakan) hamba sahaya,
wa aqoomas-salaata  (mendirikan shalat,)
wa aatazakah, ( membayar zakat, )
wal muufuunabi ‘ahdihim   izaa ’ahaduu (dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,)
was-saabirina fil ba’saai / dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
wad-damaai wa hinal-ba’s, / penderitaan dan dalam peperangan.
ulaaikal-lazina sodaqu,/ mereka itulah orang-orang yang benar (imannya);
wa ulaaikal humul muttaqin / dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Balasan Allah SWT bagi amalan sholihan
·      Amal shaleh memiliki tempat yang mulia dalam ajaran Islam. Karena itu, Islam memberikan balasan kebajikan untuk orang-orang yang istiqomah dalam beramal shaleh. 
·      Di antara balasan bagi amalan sholihan yang dijanjikan Allah SWT itu adalah :
Pertama, diberi pahala yang besar,
(QS Al-Maidah [5] :9) :

Wa 'adalloohulladziina aamanuu wa 'amiluush-shoolikhaati lahum maghfirotun wa-ajrun 'azhiim
[5:9] Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Kedua, diberi kehidupan yang layak
(QS. An_Nahl [16]:97) :
man 'amila shoolihan min dzakarin aw untsaa wahuwa mu/minun falanukhyiyannahu khayaatan thoyyibatan walanaj-ziyannahum ajrohum bi-akhsani maa kaanuu ya'maluun
[16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Ketiga, diberi tambahan petunjuk.
(QS Maryam [19]: 76).
Wayazii-dulloohulladziina ihtadaw hudan walbaaqiyaatushshoolikhaatu khoyrun 'inda robbika tsawaaban wakhoyrun maroddaa
[19:76] Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.

Keempat, dihapuskan dosa-dosanya.
(QS al-Ankabut [29]: 7).
walladziina aamanuu wa'amiluushshoolikhaati lanukaffironna 'anhum sayyi-aatihim walanajziyannahum akhsanalladzii kaanuu ya'maluun
[29:7] Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

Kelima, dimuliakan hidupnya.
(QS al-Isra’ [17]: 70).
walaqod karromnaa banii aadama wakhamalnaahum fiil barri walbahri warozaqnaahum minath-thoyyibaati wafadh-dholnaahum 'alaa katsiirin mimman kholaqnaa tafdhiilaa
[17:70] Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan862, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Keenam, dijauhkan dari kegagalan/tidak merugi dalam hidupnya
(QS al-Ashr [103]: 1-3).
[103:3] ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

·      Dengan landasan aqidah islamiyah, keimanan yang kaffah akan menghantar manusia menjadi sebaik-baik makhluk Allah SWT di dunia dan diakherat kelak.  Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surah Al-Bayyinah (98:7) menegaskan akan hal ini :
innalladziina aamanuu wa'amiluush-shoolihaati ulaa-ika hum khoyrul bariyya
[98:7] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
·       Yang dimaksudkan “sebaik-baik makhluk” dalam Surah Al-Bayyinah (98:7) adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Surah Al_’Ashr (103:3) yaitu, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. Karena orang-orang inilah yang tidak merugi dengan nikmat waktu dan umur yang telah diberikan oleh Allah SWT.
·      Manusia yang beriman, kegiatan spirutualnya tidak saja berdampak pada kesalehan personal, bahwa dirinya telah mengerjakan kewajiban sebagai seorang muslim dan tetapi juga berimplikasi pada kesalehan social, sebagai orang yang beriman ia meyakini bahwa sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesamanya. Jadi berperilaku baik atau beramal sholih, tidak saja dalam “habluminallah” tetapi juga tercermin dalam “habluminannas”. 
·      Untuk itu, hanya amal shaleh yang berasal dari keimanan kepada Allah SWT, keyakinan akan keridhoan-Nya, dan hanya berharap akan rahmat-Nya yang akan membawa manfaat dalam kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. (Bersambung Eps-4, ash-shoobirin), ****

Waloohu a’lam bishowab
Demikian yang saya sampaikan bila itu kebenaran, merupakan kebenaran yang datangnya dari allah semata, karena sifat-nya yang  al haaq/yang maha benar,

Kalau ada salahnya, itulah kesalahan saya sebagai manusia,
Yang sifatnya memang deket dengan kekhilafan
Seperti kata pepatah arab :
al insaanu makhallul khoto wan nisyaan”.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadualla ilahailla anta
Astagfiruka wa’atubu ilaik
“maha suci engkau ya allah, dengan memuji-mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-mu, aku memohon pengampunan-mu dan bertaubat kepada-mu.”
(hr. Tirmidzi, shahih).
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada allah kita mohon keselamatan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh

Ya Rabb
“Allaahumma aslih lii diinii allazii huwa,
‘ismatu amrii wa aslih lii dunyaaya,
All atii fiihaa ma’aasyii,
wa aslih li aakhirotii allatii fiihaa ma’aadii.
Waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khairin,
waj’alil muta raahatan lii min kulli syarrin.”
“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi pusat urusanku,
perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kembaliku.
Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan,
dan jadikanlah kematian sebagai peristirahatanku dari setiap keburukan.
(H.R. Muslim)”

“Allaahumma innii as’aluka ta’jiila ‘aafiyatika,
wa sabron ‘alaa baliyyatika
wa khuruujan minad dunyaa ilaa rohmatika”
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar disegerakan curahan keselamatan
dari sisi-Mu kepadaku,
diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu,
dan diberikan jalan keluar dari dunia menuju kepada kasih sayang-Mu.
 (H.R. Hakim)”

Amien !!

Label: