Menggapai Rahmat Allah SWT

21.22 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



MENGGAPAI RAHMAT ALLAH SWT
( Kuliah Subuh Online)

http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif

Ass wrwb

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ

wa-athii'uullooha warrosuula la'allakum turkhamuun
Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
(QS. Ali Imran [3]:132):

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana sunnah rasul “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan allah ta’ala dalam qs. Al israa’-78, oleh rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan allah....(HR. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam ,
 sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (qs ali imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(HR.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (al ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (ali imran 104)
·      Dan  kata rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan Allah Ta’ala :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_44.png
Ata/muruunan-naasa bilbirri Watansawna an-fusakum  Wa-antum tat luunal kitaaba
Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 Surah Al Baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.
·      Dakwah berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw. 
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Di dalam al-Quran, perkataan rahmat disebut sebanyak 124 kali, yang membawa maksud sifat-sifat mengasihani, memberkati, menganugerahi.
·      Salah satunya seperti yang disebut diawal, Allah SWT memberi petunjuk bagaimana agar kita mendapat rahmat Allah SWT, sebagaimana difirmankan dalam QS. Ali Imran (3:132)
A’udzubillahiminash-shaithonirrojiim
wa-athii'uullooha warrosuula la'allakum turkhamuun
Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Apa itu rahmat Allah
·      Untuk menjeaskan apa itu rahmat Allah SWT, dapat dijelaskan melalui riwayat berikut :
~Suatu hari Baginda Nabi Muhammad SAW didatangi Jibril, kemudian berkata, “Wahai Muhammad, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun di atas sebuah bukit yang berada di tengah-tengah lautan.
~Di situ Allah SWT mengeluarkan sumber air tawar yang sangat segar sebesar satu jari, di situ juga Allah SWT menumbuhkan satu pohon delima, setiap malam delima itu berbuah satu delima.
~Setiap harinya, hamba Allah tersebut mandi dan berwudhu pada mata air tersebut. Lalu ia memetik buah delima untuk dimakannya, kemudian berdiri untuk mengerjakan shalat dan dalam shalatnya ia berkata: “Ya Allah, matikanlah aku dalam keadaan bersujud dan supaya badanku tidak tersentuh oleh bumi dan lainnya, sampai aku dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud”.
~Maka Allah SWT menerima doa hambanya tersebut. Aku (Jibril) mendapatkan petunjuk dari Allah SWT bahwa hamba Allah itu akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud.
~Maka Allah SWT menyuruh: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”.
~Akan tetapi, hamba tersebut berkata: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”.
~Sampai 3 kali Allah mengulang perintah tersebut, dan di jawab dengan jawaban yang  sama.
~Maka Allah SWT menyuruh malaikat agar menghitung seluruh amal ibadahnya selama 500 tahun dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya.
~Setelah dihitung-hitung ternyata kenikmatan Allah SWT tidak sebanding dengan amal ibadah hamba tersebut selama 500 tahun.
~Maka Allah SWT berfirman: “Masukkan ia ke dalam neraka”.
~Maka ketika malaikat akan menariknya untuk dijebloskan ke dalam neraka, hamba tersebut berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena rahmat-Mu. (HR Sulaiman Bin Harom, dari Muhammad Bin Al-Mankadir, dari Jabir RA).
·      Dari kisah di atas, jelaslah bahwa seseorang bisa masuk surga karena rahmat Allah SWT, bukan semata-mata karena banyaknya amal ibadah.
·      Lantas bagaimana dengan amal ibadah yang kita, yang kita lakukan setiap hari, seperti shalat, zakat, sedekah, puasa, dan amalan-amalan lainnya tidak ada arti?
·      Sungguh, tidak ada amal ibadah yang sia-sia, amal ibadah adalah sebuah wasilah untuk menjemput rahmat Allah SWT. Karena rahmat Allah tidak diobral begitu saja kepada manusia. Akan tetapi, harus diundang dan dijemput.
10 Cara agar memperoleh Rahmat Allah SWT
·      Rasulullah SAW mengajarkan kepala umatnya beberapa cara agar rahmat Allah itu bisa diraih.
Pertama, ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT
·      Dalam Al-qur’an, terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya.
·      Pengertian Ihsan berasal dari kata hasana yukhsinu, yang artinya adalah berbuat baik,
Allah Swt. Berfirman dalam Al-qur’an mengenai hal ini.
Qs. Al-Baqarah (2:83)
“....waquuluu linnaasi husnan...”
“. . . . .serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. . .
Qs. Al- Baqarah (2: 195)
“.....wa-akhsinuu innallooha yukhibbul muhsiniin
“ Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

QS al-A'raf (7: 56).
.... inna rohmatalloohi qoriibun minal mukhsiniin
.... Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Qs.An-Nahl (16:90)
innallooha ya/muru bil'adli wal-ikhsaani.......”
“Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan kebaikan.”
QS. Al Isra’ (17:7)
in akhsantum akhsantum li-anfusikum wa-in asa/tum ........
 Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, .....
Qs AL-Qashash (28: 77).
“....wa-akhsin kamaa akhsanalloohu ilayka....”
“Dan berbuat baiklah (kpd orang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu . .
·      Ibnu katsir mengomentari ayat diatas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh mahluk Allah Swt.

Makna ikhsan dijelaskan Rasululloh SAW.
·      “Diriwayatkan dari umar bin khatab, :
~“Suatu hari, disaat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Tiba-tiba muncullah seorang laki-laki yang mengenakan pakaian serba putih, dan tidak dada yang mengenalnya dia duduk di depan Nabi Saw. dan menyandarkan kedua lututnya pada lutut Nabi Saw.seraya meletakkan kedua telapak tangannya diatas paha beliau (ternyata dia Malaikat Jibril)
~Kemudian ia berkata, Wahai Muhammad, ajarilah aku tentang islam,
~Nabi bersabda, islam adalah hendaknya engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul-Nya, engkau mendirikan solat, mengelurkan zakat, berpuasa ramadhan, dan menunaikan ziarah haji ke baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanannya.
~Segera saja laki-laki itu berkata, “Engkau benar wahai Muhammad.” . . . . . . . . . . . . .
~Dia kembali berkata, Wahai Muhammad kabarilah aku tentang iman,
~Muhammad bersabda, iman adalah hendaknya engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitb-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman pula kepada ketentuan (qadar) baik ataupun buruk ,
~”Engkau benar Muhammad ,
~Kemudian ia berkata lagi “jelaskan padaku tentang ihsan ,
~Rasulullah bersabda” Hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya atau jika engkau tidak melihat-Nya, maka Alla-lah yang melihat engkau.
~Dan dibenarkan pula oleh Malaikat Jibril

Kedua, bertakwa kepada-Nya
·      Taqwa, taat kepada Allah SAW  dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
·      Aspek melaksanakan semua perintahNya dilaksanakan sesuai dengan kemampuannya, tetapi aspek meninggalkan laranganNya, berlaku ketentuan mutlak dalam kondisi apapun (tidak boleh sesuai dengan kemampuan)
·      Abu hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(HR.Bukhari dan Muslim).
·      Allah Ta’ala dalam Firmannya menegaskan bahwa hanya kepada yang bertaqwa saja, rahmat Allah akan diberikan :”.... kulla syay-in fasa-aktubuhaa lilladziina yattaquuna (Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa ) (QS al-A'raf [7]: 156).

Ketiga, kasih sayang kepada sesama makhluk Allah,
·      Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang.
·      Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Keempat,  Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala.
·      Orang yang beriman, berhijrah dan berjihat dijalan Allah,  berharap mendapat rahmat Allah Ta'ala, karena dengan rahmat dari Allah bisa mendapatkan kehidupan yang fiddunnya khasanah wafil akhiroti khasanah.
QS. al-Baqarah (2:218).
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_218.png
innalladziina aamanuu walladziina khaajaruu wajaahaduu fii sabiilillaahi ulaa-ika yarjuuna rohmatalloohi walaahu ghofuurun rohiim
[2:218] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
·      Berhijrah secara hakiki, adalah perpindahan dari negri kekafiran menuju kenegeri keislaman, dari negri syirik ke negri Islam, meninggalkan semua yang dilarang..melaksanakan semua yang diperintahkan.   Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).
·      Berjihad, mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).

Kelima, Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah SAW
·      Tiga perbuatan yang mendatangkah Rahmad Allah SWT adalah mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mentaati Rasululloh SAW
·      Allah Ta'ala berfirman dalam QS. An Nuur (24:56):
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/24/24_56.png
wa-aqiimuushsholaata wa-aatuuzzakaata wa-athii'uur-rosuula la'allakum turkhamuun
[24:56] Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Keenam, memohon dan berdo'a kepada Allah Ta'ala
·      Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji. 
·      Karena itu jangan berhenti untuk memohon rahmatNya disetiap saat.
·      Allah Ta'ala berfirman dalam QS. al-Mu'min (40:60).
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/40/40_60.png
waqoola rabbukumu ud-'uunii astajib lakum innalladziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daa-khiriin
[40:60] Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku1327 akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Do’a-do’a mengharap rahmah dari al Qur’an seperti :
QS. al-Mu'minun (23:118) diayat terakhir
.....robbiighfir warham wa-anta khoyrur-rookhimiin
"Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."
QS. al-Kahfi (18:10).
“...rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wahayyi/ lanaa min amrinaa rosyadaa
"Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

Ketujuh, Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya.
·      Maksudnya mengikuti pentunjuk dari Al Qur’an dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.
·      Allah Ta'ala berfirman QS. al-An'am (6:155).
wahaadzaa kitaabun anzalnaahu mubaarokun fattabi 'uuhu wattaquu la'allakum turkhamuun
[6:155] Dan Al-Quraan itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.

Kedelapan, Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya
·      Sebagai seorang yang beriman, menjadi kewajiban mentaati Allah dan Rasul-Nya
·      Allah Ta'ala berfirman, dalam QS. Ali Imran (3:132)
wa-athii'uullooha warrosuula la'allakum turkhamuun
[3:132] Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Kesembilan, Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim.
·      Ketika dibacakan ayat-ayat suci al Qur’anul Karim, hendaklah kita mendengarkan dengan khusu’, tenang dan tuma’ninah seperti dalam sholat, tenang dan tidak tergesa-gesa baik yang membacakan maupun yang mendengarkannya, agar mendapatkan rahmat.
·      Allah Ta'ala berfirman, dalam QS. Al A’raaf (7:204)
wa-idzaa quri-al qur-aanu fastami'uu lahu wa-anshituu la'allakum turkhamuun
[7:204] Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

Kesepuluh, Istighfar,
·      Istighfar : "Astaghfirlloh" atau Astaghrirlloh hil 'adzim" artinya : "Ya Allah, ampunilah dosaku"
·      Istighfar adalah perbuatan seorang hamba untuk memohon ampun kepada Allah karena "suatu dosa". Yang diikuti dengan sikap :
ü Menyadari dosa dan kesalahannya;
ü Memohon ampun atas dosanya tersebut;
ü Memohon diberi kemudhan dan kekuatan untuk memperbaiki dari kesalahan dan dosanya dikemudian hari
·      Allah Ta'ala berfirman, dalam QS. An Naml (27:46)
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/27/27_46.png
qoola yaa qowmi lima tasta'jiluuna bissayyi-ati qoblal khasanati lawlaa tas-taghfiruunallooha la'allakum turkhamuun
[27:46] Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".
Sebagai penutup kami sampaikan dahsyatnya bacaan “istigfar”
Hadits Rasulullah SAW :
“Maha Suci Engkau Wahai Allah, Tuhanku! Dan dengan segala puji bagi-Mu ya Allah Tuhanku, ampunilah aku! Sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat, lagi Maha Pengasih.” (HR. al-Hakim).
“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
“Sungguh hatiku didera kerinduan yang sangat dalam, sehingga aku
beristighfar seratus kali setiap hari.”
(HR. Muslim).
“Meski dosa-dosamu sebanyak buih lautan, sebanyak butir pasir di padang pasir, sebanyak daun di seluruh pepohonan, atau seluruh bialangan jagad semesta, Allah SWT tetap akan selalu mengampuni, bila engkau mengucapkan doa sebanyak tiga kali sebelum engkau tidur: Astaghfirullahal ‘Adzim al-Ladzii Laailaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuumu wa Atuubu Ilaih. (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Memelihara (kehidupan), dan aku bertobat kepada-Nya).” (HR. at-Tirmidzi).


Waloohu a’lam bishowab
Demikian yang saya sampaikan bila itu kebenaran, merupakan kebenaran yang datangnya dari allah semata, karena sifat-nya yang  al haaq/yang maha benar,

Kalau ada salahnya, itulah kesalahan saya sebagai manusia,
Yang sifatnya memang deket dengan kekhilafan
Seperti kata pepatah arab :
al insaanu makhallul khoto wan nisyaan”.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadualla ilahailla anta
Astagfiruka wa’atubu ilaik
“maha suci engkau ya allah, dengan memuji-mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-mu, aku memohon pengampunan-mu dan bertaubat kepada-mu.”
(hr. Tirmidzi, shahih).
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada allah kita mohon keselamatan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh

Sumber: Diterjemahkan dari Kitab "An-Nuqath al-'Asyarah adz-Dzahabiyah", Syaikh Abdur Rahman ad-Dusari. **************



Label: