Neraka dan Calon Penghuninya

21.36 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



DELAPAN PINTU/MACAM NERAKA

DAN CALON PENGHUNINYA

 (Kuliah Subuh Online)

http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif

Ass wrwb

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/33/33_64.png
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/33/33_65.png
innallooha la'anal kaafiriina wa-a-'adda lahum sa'iiroo
khoolidiina fiihaa abadan laa yajiduuna waliyyan walaa nashiiroo
[33:64] Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
[33:65] mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.
QS. Al Ahzab (33:64-65)

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana sunnah rasul “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (hr. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan allah ta’ala dalam qs. Al israa’-78, oleh rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan allah....(HR. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam ,
 sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (qs ali imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(HR.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (al ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (ali imran 104)
·      Dan  kata rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan Allah Ta’ala :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_44.png
Ata/muruunan-naasa bilbirri Watansawna an-fusakum  Wa-antum tat luunal kitaaba
Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 Surah Al Baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.
·      Dakwah berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw. 
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Allah Ta’ala menciptakan neraka diperuntukan bagi hambanya yang kafir yang akan kekal didalamnya.
innallooha la'anal kaafiriina wa-a-'adda lahum sa'iiroo
khoolidiina fiihaa abadan laa yajiduuna waliyyan walaa nashiiroo
 [33:64] Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
 [33:65] mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.
QS. Al Ahzab (33:64-65)
·      Bagimana kedahsyatan siksaan neraka yang digambarkan oleh Allah SWT, bahwa api neraka itu bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkanNya... jadi gak bisa disuap..... karenanya Allah SWT menyeru  kepada hambanya yang beriman “hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka “ /                           yaa ayyuhaalladziina  aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaron
(QS. At-Tahrim [66]: 6)
·      Dan di dalam Surah Al Baqoroh (2:24) juga disebutkan,“peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.”
·      Panasnya Neraka, yang berkobar dan bergejolak. Panasnya tujuh puluh kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini,
·      Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam menjelaskan dalam sabdanya : “ Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam.” [HR . Al-Bukhori]
·      Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka Jahannam.
Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam, “Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang berlebihan adalah sebagian dari hembusan Jahannam.” [HR. Al-Bukhori]

Luasnya
·      Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam menerangkan :”Tahukah kalian apa ini? Kami semua menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Beliau bersabda, “Ini adalah batu, jika dilemparkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun, maka ia masih melayang di Neraka sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya, pent).” [HR. Muslim]
Siksa Api Neraka
·      Api Neraka meyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat.
·      Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam,
Sebagian orang ada yang dilalap api Neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya,
sebagian lagi ada yang dilalap hingga pinggangnya
dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya. [HR. Muslim]

Yang tertolong oleh iman dan syafaat
·       Orang kafir dan munafik akan masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya selama-lamanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
(Q.S. At-Taubah [9]:68).
wa'adallaahu lmunaafiqiina walmunaafiqaati walkuffaara naara jahannama khaalidiina fiihaa hiya hasbuhum wala'anahumullaahu walahum 'adzaabun muqiim
[9:68] Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
·       Adapun ummat Nabi Muhammad saw. yang masuk neraka dengan sebab perbuatan dosa-dosa besar dan maksiat yang mereka perbuat, maka mereka tidaklah kekal di dalam neraka.
·       Mereka akan keluar dari neraka dengan rahmat Allah swt. dan syafa’at Nabi Muhammad saw. Nabi saw. bersabda: “Akan keluar dari neraka orang yang di dalam hatinya masih ada seberat dzarrah dari iman.” . [H.R.Timidzi (no.2598) dari Abu Sa’id al-Khudri r.aTirmidzi berkata: “hadits ini hasan shahih.”]
·       Juga sabda beliau saw.: “Sungguh satu kaum dari ummatku akan keluar dari neraka dengan sebab syafa’atku, mereka di sebut jahannamiyyun (para mantan penghuni jahannam). [H.R.Tirmidzi (no.2600) dari ‘Imran bin Hushain r.a., Tirmidzi berkata: “hadits ini hasan shahih.”]

 

Majelis Netizen Rohimatullah
YANG BERPOTENSI MASUK NERAKA
• Orang-orang musyrik,
ü Yang metauhidan Allah SWT, menyekutukan Allah SWT, termasuk Yahudi, Nashrani, Majusi,mulhidin (pembangkang) dan secara umum semua orang yang menyekutukan Alloh atau melakukan syirik akbar.
ü Firman Alloh Subhannaahu wa Ta’ala ,
[QS. Al-Maidah (5: 72]
laqod kafarolladziina qooluu
innallooha huwal masiikhu ibnu maryama
waqoolal masiikhu - yaa banii isroo-iila u'buduullooha robbii warobbakum innahu man yusyrik bilaahi
faqod kharromalloohu 'alayhil jannata
wama/waahun naaru wamaa lizh-zhoolimiina min anshoor
 [5:72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam",
padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu".
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga,
dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

[QS. An-Nisa' (4: 48]
innallaaha laa yaghfiru an yusyraka bihi wayaghfiru maa duuna dzaalika liman yasyaau waman yusyrik bilaahi faqadi iftaraa itsman 'azhiimaa
[4:48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
• Angkuh dan Sombong
ü Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda : “Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” [HR. Al-Bukhori-Muslim].

• Wanita Yang Ber-tabarruj
ü Bahwa wanita yang bertabarruj (mengumbar aurat} termasuk penghuni Neraka.
ü Sabda Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam,
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya.
Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong.
Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]

• Meninggalkan Sholat.
ü Meninggalkan sholat, tidak memberi makan orang miskin padahal ia berlebih dan bergunjing/merumpi sesuatu yang bathil
ü Allah menegaskan dalam QS. Al Mudatstsir (74:42-45)
maa salakakum fii saqar
[74:42] "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
qooluu lam naku minal musholliin
[74:43] Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
walam naku nuth 'imul miskiin
[74:44] dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
wakunnaa nakhuudhu ma'al khoo-idhiin
[74:45] dan kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam juga bersabda,
“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah sholat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.”
• Ahlul Ma’syiyah,
ü Seorang muslim yang  ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), dia di bawah kehendak Alla SWTh, jika Allah SWT berkehendak mengampuni maka ia lepas dari siksa neraka,  dan jika menghendaki, maka Allah SWT akan menyiksa.
ü Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, “Mulut dan Kemaluan.” [HR. At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan].

Majelis Netizen Rohimatullah
NAMA NERAKA DAN CALON PENGHUNINYA
1. Neraka Hawiyah.
    Calon Penghuninya :
ü Orang-orang yang timbangan amalnya
ü Yaitu mereka yang selama hidupnya mengerjakan kebaikan campur aduk dengan keburukan, mencari rejeki dengan tidak halal, memakan barang riba

QS. Al-Qoori’ah (101: 8-11).

wa-ammaa man khaffat mawaaziinuhu
[101:8] Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
faummuhu haawiyah
[101:9] maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
wamaa adrooka maa hiyah
[101:10] Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

naarun khaamiyah
[101:11] (Yaitu) api yang sangat panas.

 

2. Neraka Jahim
·      Calon Penghuninya :  
ü orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan ALLAH,
ü yang suka memberi sesembahan selain Allah SWT, maka sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka.
ü Syirik sebagai dosa yang paling besar menurut ALLAH, karena syrik berarti mensekutukan ALLAH atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat ALLAH.
ü QS. As-Syu’araa, (26:91),
Waburrizatil jakhiimu lilghoowiin
[26:91] dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",
waqiila lahum ayna maa kuntum ta'buduun
[26:92] dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
min duunillaahi hal yanshuruunakum aw yantashiruun
[26:93] selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
Fakub kibuu fiihaa hum walghoowuun
[26:94] Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,

3. Neraka Saqar
ü  Allah Ta’ala menggambarkan Neraka Saqar dalam QS. Al M udatstsir (74:27-29):
[74:27] Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?
laa tubqii walaa tadzar
[74:28] Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan
(Yang dimaksud dengan tidak meninggalkan dan tidak membiarkan ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasa kemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali..
lawwaakhatun lilbasyar
[74:29] (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
·      Calon Penghuninya :  
Para penghuni Neraka Saqar, menerangkan kenapa ia di Neraka Saqar :
maa salakakum fii saqar
[74:42] "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
qooluu lam naku minal musholliin
[74:43] Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
walam naku nuth 'imul miskiin
[74:44] dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
wakunnaa nakhuudhu ma'al khoo-idhiin
[74:45] dan kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
wakunnaa nukadzdzibu biyawmiddiin
[74:46] dan kami mendustakan hari pembalasan,
Juga menjadi Tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang mendustakan perintah ALLAH dan Rasulullah, misalnya
tsumma adbara wastakbar
[74:23] kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
faqoola in haadzaa illaa sihrun yu/tsar
[74:24] lalu dia berkata: "(Al Quraan) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),
in haadzaa illaa qowlul basyar
[74:25] ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".
saushliihi saqar
[74:26] Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

4. Neraka Lazza
(QS. Al Ma’aarij [70])
·      Neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya.
kallaa innahaa lazhaa
[70:15] Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,
nazzaa'atan lisysyawaa
[70:16] yang mengelupas kulit kepala,
·      Calon Penghuninya :  
Tad 'uu man adbaro watawallaa
[70:17] yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama),
wajama'a fa-aw'aa
[70:18] serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya
(Maksudnya: orang yang menyimpan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak pula menafkahkannya ke jalan yang benar. )
innal-insaana khuliqo haluu'aa
[70:19] Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
idzaa massahusy-syarru jazuu'aa
[70:20] Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
wa-idzaa massahul khoyru manuu'aa
[70:21] dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

5. Neraka Khuthomah
QS. Al-Humazah (104)
Gambaran neraka Khuthomah adalah sbb :
wamaa adrooka maal khuthomah
[104:5] Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
Naarulloohil muuqodah
[104:6] (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
allatii that-tholi'u  'alaal af-idah
[104:7] yang (membakar) sampai ke hati.
lnnahaa 'alayhim mu/shodah
[104:8] Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
fii 'amadin mumaddadah
[104:9] (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang



·      Calon Penghuninya :
waylulikulli humazatinlumaza
[104:1] Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
alladzii jama 'amaa law- wa'addadah
[104:2] yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung1601,
yakhsabu anna maalahu akhladah
[104:3] dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
kallaa layunbadzanna fiil khuthomah
[104:4] sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Khuthomah.

6. Neraka Sa’ir
·      Neraka “sa’irro, neraka yang apinya menyala-nyala
·      Calon Penghuninya :  
ü diisi oleh orang-orang kafir (kafir/kufur artinya menolak, bisa menolak keberadaan Allah, menolak perintah Allah dan menolak larangan Allah)
ü Dan orang yang memakan harta anak yatim.
QS. An-Nisa’ (4:10),
innalladziina ya/kuluuna
amwaalal yataamaa zhulman
innamaa ya/kuluuna fii buthuunihim
naaron wasayashlawna sa'iiraa
[4:10] Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
QS. Al-Mulk  (67:5,10,11)
walaqod zayyannaassamaa-addunyaa bimashoobiiha waja'alnaahaa rujuuman lisysyayaathiini wa-a'tadnaa lahum 'adzaaba ssa'iir
[67:5] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

7. Neraka Wail/Celaka
·      Neraka bagi orang yang celaka dalam hidupnya
·      Sebagian ulama mengatakan bahwa selain makna wail adalah celaka, juga merupakan nama sebuah lembah di dalam neraka.
·      Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Telah diperlihatkan neraka Jahannam kepadaku, maka Aku tidak melihat lembah yang lebih besar dari Al-Wail.
·      Ibnu Al-Abbas r.a mengatakan bahwa Al-Wail adalah nama sebuah lembah yang terdapat di dalam neraka Jahannam, di dalamnya mengalir nanah dari penghuni Jahannam.[Al-Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam Al-Quran jilid 13 hal. 9]
·      Calon Penghuninya :
ü Orang yang curang (pedagang) terhadap timbangan
QS. Al-Muthaffifin,(83:1-3)

waylun lilmuthoffifiin
[83:1] Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu  orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.)
alladziina idzaa iktaaluu 'alaannaasi yastawfuun
[83:2] (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
wa-idzaa kaaluuhum aw wazanuuhum yukhsiruun
[83:3] dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
ü Bagi orang yang lalai mengerjakan  sholat/mendustakan agama
 (QS. Al-Ma'un [7]:4-5)
fawaylun lil musholliin
[107:4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
alladziina hum 'an sholaatihim saahuun
[107:5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
Ayat ini adalah penggunakan kata an-sholatihim (عن صلاتهم) yang artinya lalai dari mengerjakan shalat.
Tidak menggunakan kata fi-sholatihim (في صلاتهم), yang  artinya adalah lalai dalam arti tidak khusyu’ di dalam shalat.

 8. Neraka Jahannam
·      Neraka yang paling dalam dan berat siksaannya, dan memiliki tujuh pintu
lahaa sab'atu abwaabin likulli baabin minhum juz-un maqsuum
[15:44] Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. /QS. Al Hijr (15:44). 
·      Calon Penghuninya :  
ü Pengikut Syetan
ü Orang kafir dan melakukan kedzaliman
QS. Al Hijr (15:43). 
wa-inna jahannama lamaw'iduhum ajma'iin
[15:43] Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.
QS. An-Nisa (4:168-169)
innalladziina kafaruu wazhalamuu lam yakunillaahu liyaghfiro lahum walaa liyahdiyahum thoriiqoo
[4:168] Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,
illaa thoriiqo jahannama khoolidiina fiihaa abadan wakaana dzaalika 'alaalloohi yasiiroo
[4:169] kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Sekian
Waloohu a’lam bishowab
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma
wabihamdika
asyhadualla ilahailla anta
astagfiruka wa’atubu ilaik
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).
Ya Rabb,
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada Allah kita mohon keselamatan.
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh


Sumber : Kutaib, “Kaila Tuhsyaru fil Jahim” al-Qism al-Ilmi Darul Wathon.
( disadur dari buletin Jumat An-Nuur — Jogja, 26 Maret 2004 )
Sumber: Syarah Aqidah Ahlus-Sunnah wal Jama’ah hal.331-332, Yazid bin Abdulkadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
Tafsir Ibnu Katsir jilid 2/295-296, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.


Label: