Al Ashr_Eps_Yang Merugi

22.09 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /



AL- ’ASHR  / DEMI WAKTU

(Kuliah Subuh Seri Al Ashr Eps_1, Yang Merugi)

http://poligami.jeeran.com/images/BASMALAH.gif
Ass wrwb
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_1.png
wal'ashri
[103:1] Demi masa.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_2.png
innal-insaana lafii khusrin
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/103/103_3.png
Illaaalladziina aamanuu wa'amiluush-shoolikhaati  watawaa sawbil khaqqi watawaa sawbish-shobri
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. 
Amma ba’du
Majelis netizen rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana seruan Rasuulloh sawl “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah Allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan Allah Ta’ala dalam QS. Al israa’-78, oleh Rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan Allah....(hr. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam,  sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar Muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (Qs. Ali Imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu Hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(hr.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (Al Ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (QS. Ali Imran 104)
·      Dan  kata Rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan allah ta’ala :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_44.png
Ata/muruunan-naasa bilbirri watansawna an-fusakum  wa-antum tat luunal kitaaba Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 surah al baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.
·      Dakwah berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw. 
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Surat Al 'Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah.
·      Dinamai Al 'Ashr (masa) diambil dari perkataan Al 'Ashr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
·      Isi surah ini mengingatkan kepada Semua manusia bahwa berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.
·      Allah SWT mengingatkan kepada kita manusia, dengan bersumpah “demi waktu” (wal ’asry) menunjukkan begitu sangat pentingnya kita harus memperhatikan waktu. 
·      Kalau ditanya diapakah yang paling jauh dengan kita, jawabannya adalah waktu, karena waktu yg telah lewat tak bisa dijangkau lagi, demikian siapa yang paling dekat dengan kita, juga waktu, karena waktu terus mendekat detik demi detik kepada kita, kalau kita tidak pandai memanfaatkannya kita menjadi golongan yang akan merugi. innal insaana lafii khusrin” (Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian)
·      Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, menceritakan tentang ayat ini, bahwa “Amr bin Al ‘Ash pernah diutus untuk menemui Musailamah al Kadzdazb, ini terjadi setelah Muhammad diangkat sebagai Rasululloh dan “amr bin ‘Ash belum masuk Islam.
Musailamah al Kazddzab bertanya kepada ‘Amr bin ‘Ash, “Apa yang telah diturunkan kepada Sahabatmu ini (Rasululloh) selama ini ?”
‘Amr bin ‘Ash menjawab : “telah diturunkan kepadanya satu surat ringkat namun sangat padat”
Dia (Musailamah) bertanya : “Surat apa itu ?”
‘Amr bin Ash menjawab : wal'ashri,  innal-insaana lafii khusrin, Illaaalladziina aamanuu wa'amiluush-shoolikhaati  watawaa sawbil khaqqi watawaa sawbish-shobri
Musailamah berpikir sejenak, kemudian berkata : “Dan telah diturunkan pula hal serupa kepadaku”
‘Amr bin Ash bertama : “apa itu ?”
Musailamah menjawab (dengan maksud menghina firman Allah tsb ): Yaa wabriyaa wabr. Wa innamaa anta uzduunani wa shadr. Wa saa-iruka hafr naqr: (“hai kelinci, hai kelinci, sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada, dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang).
Kemudian ia bertanaya kepada ‘Amrs bin ‘Ash : “bagaimana pendapatmu ?”
‘Amr bin Ash berkata kepadanya : “ Demi Allah, sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta”
Amr bin Ash
~     nama lengkapnya ‘Amr bin Ash bin Wail bin Hisyam bin Said bin Sahm al-Qurasyi as-Sahmi,
~     Masuk Islam dan menjadi Sahabat Rasululloh, pada tahun ke8 H
~     Saat masuk Islam ia mengajukan syarat kepada Rasululloh, : ‘Aku ingin Anda memberikan syarat kepadaku’ kata Amr bin Ash, Rasulullah mengatakan, ‘Apa syarat yang kau inginkan? Aku menjawab, ‘Agar dosa-dosaku diampuni.’
~     Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidakkah engkau ketauhi, bahwa keislaman menghapuskan dosa-dosa sebelumnya? Demikian juga hijrah menafikan kesalahan-kesalahan yang telah lalu? Dan juga haji menyucikan hilaf dan dosa terdahulu?’ (HR. Muslim).” Inilah asbabul wurud hadits tersebut.
~     Rasululloh saw menujinya dengan mengatakan : “Sesungguhnya Amr bin al-Ash adalah di antara orang-orang yang baik dari kalangan Quraisy.” (HR. Tirmidzi dalam Sunan-nya no.3845).
~     Ketika ditugasi oleh Umar Bin Khatab menaklukan Mesir behasil dengan cemerlang, kemudian menjadi Gubernur Mesir.
~     Amr bin al-Ash wafat pada tahun 43 H atau 663 M, saat itu umurnya lebih dari 90 tahun. Ia telah meriwayatkan 39 hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Musailamah Al Kadzab,
~     Musailamah bin Habib berasal dari suku Bani Hanifah.
~     Pada perjalanannya menuju Madinah Musailamah berangkat bersama-sama tokoh dari sukunya. Tujuan awal keberangkatan ke Madinah adalah untuk masuk Islam.
~     Keinginan untuk dianggap Nabi ini muncul ketika di perjalanan pulang dari Madinah.
~     Dia merasa kaum Bani Hanifah lebih banyak, daerahnya lebih luas, asetnya lebih banyak, kenapa harus mengikuti ajarannya Nabi Muhammad
~     Akhirnya dia memperkenalkan dirinya sebagai Nabi, dan berkirim surat kepada Nabi Muhammad SAW, mengatakan :  “Aku kini mitramu dalam kenabian, separuh daerah milik Kami, sedangkan separuh lagi milik Quraisy. Orang Quraisy adalah orang yang cenderung membawa madharat bagi orang lain.”
~     Kegiatan pemurtadan yang dilakukan Musailamah suka menggubah prosa berirama untuk meniru Al-Quran, lalu dibacakan kepada pengikutnya seperti ia mendapat wahyu. Ia memang ahli dalam bidang sastra (lihat ia meniru surat Al Ashr dengan Al Wabr/kelinci)
~     Kebohongan yang banyak dilakukan oleh Musailamah mengakibatkan dirinya mendapat sebutan Al Kadzab yang artinya pembohong.
Siapa manusia yang merugi ?
·      Surat Al_”Ashr atau surah ke 103 yang terdiri dari 3 ayat ini ini menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya atau waktunya dengan sebaik-baiknya termasuk golongan yang merugi.
·      Siapakah golongan yang merugi itu, Rasululloh saw menjelaskan beberapa sifat orang yang merugi bahkan mengalami kebangkrutan :,
~     Pada suatu ketika, Rosulloh saw bertanya kepada sahabatnya : Tahukah kamu orang yang bangkrut itu?; 
~     Para sahabat berpendapat, orang bangkrut adalah mereka yang tidak mempunyai dirham maupun dinar.
~     Ada juga yang berpendapat, mereka yang rugi dalam perdagangan.
~     Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji.
Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara bathil), menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka.(HR Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad).

·      Pada saat rasululloh saw mi’raj dari masjidil aqsho_baitul maqdis palstin menuju sdratul muntaha, sesampai di langit pertama, beliau diperlihatkan suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba.disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka: “makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia, yakni menggunjing atau berghibah”.
·      Hal ini sebenarnya sudah diperingkatkan oleh Allah swt sebagaiaman dalam  Surah ke 104 Al_Humazah (Pengumpat) ayat 1 sd 9 :
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_1.png
waylulikulli humazatinlumaza
[104:1] Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_2.png
alladzii jama'a maalan wa'addadah
[104:2] yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_3.png
yahsabu anna maalahu akhladah
[104:3] dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_4.png
kallaa layunbadzanna fiil khuthomah
[104:4] sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Khuthomah.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_5.png
wamaa adrooka maal khuthomah
[104:5] Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_6.png
Naarullaahil muuqodah
[104:6] (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_7.png
allatii that-tholi'u  'alaal af-idah
[104:7] yang (membakar) sampai ke hati.
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_8.png
lnnahaa 'alayhim mu/shodah
[104:8] Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/104/104_9.png
fii 'amadin mumaddadah
[104:9] (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
·      Fenomena jaman pada akhir-akhir ini, dengan dalih dan kemasan yang berlabel kebebasan berbicara dan berpendapat telah menggeserkan nilai-nilai kesantunan dalam komunikasi verbal.  Fitnah, umpatan dan cacian sudah menjadi konsumsi public, bahkan ghosip dan ghibah malah menjadi industry hiburan dengan kemasan ‘infotaimen’ yang banyak dilansir dimedia massa.
·      Ngomongin keburukan orang walau itu memang senyatanya seperti itu, namanya ‘ghibah‘.  dan kalau faktanya tidaklah seperti yang diomongin, itu namanya ‘fitnah’. Keduanya dapat membuat kita bangkrut saat dihisap nanti. Sabda Rasulullah SAW : “Orang yang menggunjing dan mendengarkan gunjingan, keduanya bersekutu dalam perbuatan dosa.”  (Hadits Riwayat Ath-Thabrani).  Termasuk menyebarkan cerita bohong seseorang dengan maksud agar menjadi bahan tertawaan sangat keji.  Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
·      Gossip atau desas desus, adalah rangkaian kata  atau berita yang tanpa fakta, karena tidak terjamin kebenarannya ( cannot be verified and is of doubiful accuracy ).  Gosip atau desas-desus (Inggris: rumors) adalah selenting berita yang tersebar luas dan sekaligus menjadi rahasia umum di publik tetapi kebenarannya diragukan atau merupakan berita negatif.
·      Ngegosip (kalau digosok-gosok  semakin sip) atau ngomongin keburukan orang dan belum tentu kebenarannya, kadang memang mengasikkan. Dan ini merupakan perilaku social tempo doeloe karena memiliki banyak waktu luang,  bekerja cukup paruh waktu  karena belum diburu oleh tunutan kebutuhan hidup yang mencekik.
·      Disiang hari bolong oleh terik matahari dibawah pohon rindang sambil nyari kutu, bergunjing kesana kemari cukup mengasikkan.  Dan ternyata di era informasi dengan kecanggihan teknologi informasi, perilaku social ini kembali di update dan modifikasi melalui kecanggihan teknologi informasi yang memuncilkan media massa modern dengan kemasan berlabel ‘infotaimen” (ini sesungguhnya sebutan yang salah kaprah).  tapi substansinya tetap juga ‘ngegosip’.
·      Saudara kandung Ghosip ini yang dalam bahasa agama ada yang disebut Ghibah. Untuk mendinifikan ghibah ini, sebuah Hadits Rosulullan SAW  dari Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah. Nabi SAW Bersabda : Kalian mengerti ghibah ? Para Shabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengerti”. Lalu beliau SAW bersabda : “Ketika kau ungkap hal-hal/keadaan kawanmu (Sedangkan) ia benci tentang pengungkapan hal itu kepada orang lain, maka itulah yang disebut ghibah”.
·      Lalu ditanyakan. Bagaimana kalau hal itu sesuai dengan kenyataan ? Jawab Beliau SAW : “Jika hal (yang kau ungkap) itu sesuai dengan kenyataan orang itu, berarti itu ghibah, tetapi jika tidak sesuai,  malahan itu disebut "Buhtan"  (artinya menfitnah atau menjelek-jelekan) orang dengan berbagai cara, seperti menghasut, berbohong/memalsu.
·      Terhadap dua perbuatan yang sama buruknya yaitu suka mendengar berita dusta dan memakan barang yang haram (tidak halalan thoyyibah), dalam Surah Ke-5, Surah Al_Maa’idah pada akhir ayat 41, Allah SWT telah memperingatkan : …...... lahum fidunn-yaa khizyun – walahum fil-aakhirati ’adzaabun-’adziim (....mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.). Dan pada awal ayat 42, Allah SWT menjelaskan siapa yang dimaksud akan memperoleh kehinaan di dunia dan di akherat tersebut yaitu, Samma ‘unna-lil-kazibi  ak-kaaluna lis-sukh-ti, ........("Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita dusta dan banyak memakan yang haram*/........"   (*/ yang dimaksud seperti uang suap ).
·      Rasa ingin tahu dari manusia, yang mendorong kita suka bergosip. Bergunjing tentang orang lain memang mengasyikan, terutama keburukannya yang biasanya manarik, kalau kebaikannya kadang kurang menarik (misal, sianu dapat prestasi sebagai guru terbaik, ah kurang menarik, tetapi kalau sianu korupsi, ini baru berita, masih dengan jargon “bad news is good news”  atau berita keburukan adalah berita yang paling baik).
·      Saat menggunjing aib orang  biasanya dibumbui kata yang memiliki nilai strategis, sambil berbisik, "sst! ini rahasia lho!". Yang dibisiki akan meneruskan berita tersebut ke yang lainnya, juga sambil berpesan, "ini rahasia lho!"  akhirnya yang namanya rahasia melekat menjadi bagian tak terpisahkan dari isi gosip itu sendiri. 
·      Untuk ini Kahlil Gibran melukiskan dalam kalimatnya, "jika kau sampaikan rahasiamu pada angin, jangan salahkan angin bila ia kabarkan pada pepohonan."   Karena angin selalu bergerak kemana-mana menyentuk dahan dan ranting maka berita itu juga akan sampai kemana-mana.
·      Rosulullah SAW memperingatkan : "Barang siapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya, Allah akan membongkar aibnya. Barangsiapa yang dibongkar aibnya oleh Allah, Allah akan mempermalukannya, bahkan di tengah keluarganya."
·      Fakhr al-Razi dalam tafsirnya menceritakan sebuah riwayat bahwa para malaikat melihat di lauh al-mahfudz akan kitab catatan manusia. Mereka membaca amal saleh manusia. Ketika sampai pada bagian yang berkenaan dengan kejelekan manusia, tiba-tiba sebuah tirai jatuh menutupnya. Malaikat berkata, "Maha Suci Dia yang menampakkan yang indah dan menyembunyikan yang buruk."
·      Ada baiknya kita simak Firman Allah SWT bagaimana menggambarkan seseorang yang suka ngegosib dan ghibah, seperti dalam Surah ke-49 Al_Hujuraat ayat 12 :

ya- ayyuhal-lazi-na  a-manuu / "Hai orang-orang yang beriman,  ij-tanibuu kasii-ron - minaz-zanni / jauhilah kebanyakan dari prasangka ; inna ba’dhaz-dzonni ismun / sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah (ismun) dosa ; walaa-tajassasuu / dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain ;  walaa- yaghtab  ba’dzukum ba’dzan / dan janganlah sebahagian kamu menggumpat (menggunjing) sebahagian yang lain ; a-yukhibbu abadukum ay-yakula lakhma akhihi maitan  fa karihtumuh / Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya ; wattaqullah innalaha taw-wa-bur rahim / Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. "

·      Ya Rabb,  tutupilah aib dan segala kekurangan kami di mata penduduk bumi dan langit dengan rahmat dan kasih sayang-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah" Amien.

Kalau begitu, Siapa Yang Beruntung ?
·      Dalam surah Al_Ashr ada penegasan “kecuali”, pernyataan ini menggambarkan ada kondisi sebaliknya pada pernyataan sebelumnya, yaitu “rugi”, apabila sesuai dengan yang dimaksud pada pernyataan setelah kata “kecuali” tersebut, yaitu orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.)

·      Siapa yang beruntung diakherat kelak saat dikhisab, dijelaskan Allah SWT dalam Al_Qur’anul Karim Surah Ali_Imraan (3:104), :

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaal khayri wayak muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'anil munkari waulaa-ika humul muflikhuun
[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar217; merekalah orang-orang yang beruntung. (Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; Munkar, segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.)

·      Dalam Surah Al_Baqarah (2:3-5), Allah SWT lebih rinci menjelaskan siapa kelak yang akan beruntung, yaitu :
alladziina yu/minuuna bilghaybi wayuqiimuuna shshalaata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun
[2:3] (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

walladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabil-aakhirati hum yuuqinuun
[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

ulaa-ika 'alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humulmuflihuun
[2:5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.


Waloohu a’lam bishowab
Demikian yang saya sampaikan bila itu kebenaran, merupakan kebenaran yang datangnya dari allah semata, karena sifat-nya yang  al haaq/yang maha benar,

Kalau ada salahnya, itulah kesalahan saya sebagai manusia,
Yang sifatnya memang deket dengan kekhilafan
Seperti kata pepatah arab :
al insaanu makhallul khoto wan nisyaan”.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadualla ilahailla anta
Astagfiruka wa’atubu ilaik
“maha suci engkau ya allah, dengan memuji-mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-mu, aku memohon pengampunan-mu dan bertaubat kepada-mu.”
(hr. Tirmidzi, shahih).
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada allah kita mohon keselamatan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh

Ya Rabb,
“Allaahumma innii as’aluka ta’jiila ‘aafiyatika
wa sabron ‘alaa baliyyatika
wa khuruujan minad dunyaa ilaa rohmatika”
“Ya Allah,
aku memohon kepada-Mu agar disegerakan curahan keselamatan dari sisi-Mu kepadaku, diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu,
dan diberikan jalan keluar dari dunia menuju kepada kasih sayang-Mu”
(H.R. Hakim)
Amien.












 Yaa wabr, ya wab, wainnamaa anta udzunaana wa shodro wasaa tiruka khafa taqorro

Label: