Dzikrul Maut

21.24 / Diposkan oleh Drs. Achmad Chambali Hasjim, SH /




INGAT MATI

(DZIKRUL MAUT-MENGUKUHKAN DZIKRULLOOH )

(Kuliah Subuh Online)


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ

YAA AYYUHAALLADZIINA AAMANUU
ITTAQUULLOOHA HAQQO TUQOOTIHI
WALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA-ANTUM MUSLIMUUN
[3:102] HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN,
BERTAKWALAH KEPADA ALLAH SEBENAR-BENAR TAKWA KEPADA-NYA;
DAN JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU MATI MELAINKAN DALAM KEADAAN BERAGAMA ISLAM. (QS. Ali Imran [3]:102):

Majelis Netizen Rohimatullah
·      Sebelumnya  kita panjatkan syukur kehadirat allah swt.. Tuhan maha pemurah pencurah rahmah maha pengasih yang tak pilih kasih dan maha penyayang yang kasih sayangnya tak terbilang.
·      Alhamdulillaahil ladzii  an ’amana al iimaani wal islaami, segala puji bagi allah yang telah melimpahkan  nikmat iman dan islam.
·      Wa nikmatan  ‘umrihi,  wa an jismihi, nikmat umur - kesempatan dan nikmat badan sehat, sehingga hari ini kita bisa hadir di majelis ilmu ini untuk melaksana sunnah rasul “barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu (dienul islam), maka allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).... Amien.
·      Berkat rahmat dan nimat itulah, pagi ini kita dapat menunaikan sholat subuh berjamaah di rumah allah yang penuh rahmat.. Baiturrohmah.
·      Sholat subuh yang selalu disaksikan oleh malaikat ini seperti difirmankan allah ta’ala dalam qs. Al israa’-78, oleh rasululloh saw di tegaskan bahwa “barang siapa sholat shubuh, maka ia dalam jaminan allah....(HR. Muslim. No 1.050)
·      Wanusyolaa wanusalamu ‘alaa khoiril anaam  Muhammadin shalalloohu ‘alaihi wassalam ,
 sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas junjungan penghulu alam-nabi besar muhammad salallaahu alaihi wassalam, beserta para keluarga, sahabat serta umatnya  ....amien
Saya juga ingin berwasiat, terutama untuk diri saya dan keluarga keluar saya serta hadirin “ ...
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu ittaquullaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun /... Bertakwalah kepada allah sebenar-benar takwa kepada-nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (qs ali imran (3:102)
·      Bertaqwa,yang sebenar-benarnya taqwa, yaitu  dengan  melaksanakan semua perintahnya (sesuai dengan kemampuanya), misalnya sholat tidak bisa dengan berdiri bisa dengan duduk tidak bisa duduk bisa dengan tidur.
·      Dan meninggalkan semua larangannya (secara mutlak)”, maksudnya untuk meninggalkan larangan tidak ada alasan, misalnya “belum mampu” meninggalkan kebiasaan minum minuman keras nanti aja, ya tidak bisa gitu !!!
·      Abu hurairah r.a, menceritakan ia  mendengar rasulullah saw sabda, : ” apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, .. “.(HR.Bukhari dan Muslim).
·      Apa yang akan saya sampaikan bukan hal yang baru, karena risalah agama ya memang sudah sempurna sampai rasululloh saw wafat,
·      Dakwah itu hanya berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw.  (al ghosyiah [88]:21)
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.
·      Hari ini kami mendapat amanat untuk menyampaikan “amar ma’ruf” menyeru kepada kebaikan, ini sesuai dengan perintah allah ta’ala (ali imran 104)
·      Dan  kata rasululloh saw, ad daallu ‘alal khoiri kafaa ’illihi orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya /HR. Tirmizi)
·      Dan mudah-mudahan saya tidak termasuk golongan yang diperingatkan Allah Ta’ala :
Ata/muruunan-naasa bilbirri Watansawna an-fusakum  Wa-antum tat luunal kitaaba
Afalaa ta'qiluun
[2:44}. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Asbabunnuzul turunya ayat 44 Surah Al Baqarah ini, allah menegur, seorang yahudi yang menyuruh anak dan mantunya serta kaum kerabatnya yang telah memeluk agama islam untuk melaksanakan kewajibannya, tetapi dirinya sendiri tetap saja mengingkari... Ia menyuruh orang berbuat baik/beramal sholeh, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ini.
·      Dakwah berfungsi untuk fadzakkir innama anta mudzakkir; hanya sekadar mengingatkan, memberitahukan dan mengabarkan tentang firman-firman allah swt serta sunnah-sunnah rasululloh saw. 
·      Selebihnya, tergantung hati masing-masing, apakah terbuka untuk hidayah atau mau menerima hidayah, dan ada dorongan untuk taufiq (melaksanakan kebaikan) tersebut.

Jamaah sholat subuh rohimatullah
·      Kematian merupakan persinggahan pertama manusia di alam akhirat,
·      Selau mengingat mati atau dzikrul maut,  merupakan wujud sikap yang cerdas bagi seorang mukmin, karena akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, maka ia akan mempersiapkan bekal bagi kehidupan setelah mati nanti.
Ø Suatu kisah ibnu umar r.a berkata, “suatu hari aku duduk bersama rasulullah saw didatangi  seorang lelaki dari kalangan anshar,
Ø Setelah mengucapkan salam, ia bertanya : ‘wahai rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’
Ø Rasulullah menjawab, ‘yang paling baik akhlaqnya’.
Ø Kemudian ia bertanya lagi, ‘siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’.
Ø Beliau menjawab, ‘yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’
(hr. Ibnu majah, thabrani, dan al haitsamiy. Syaikh al albaniy dalam shahih ibnu majah 2/419 berkata : hadits hasan)[2]
·      Yang dimaksud dengan kematian dalam pembahasan berikut ini adalah al maut al kubro, sedangkan al maut ash shughro oleh para ulama, adalah tidur.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya........” (qs. Az zumar [39]: 42)
·      Kematian atau ajal, meninggal dunia, wafat, meregang nyawa, adalah akhir dari suatu kehidupan, hanya yang hidup akan mati karena  ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. “kullu nafsin dzaa-iqotul mawti” / tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati (qs. Ali imran [3]:185)
·      Kematian merupakann ketiadaan hidup didunia saja, tetapi tetap ada kehidupannya di alam lain yang manusia tidak dapat mengetahui sepenuhnya, tetapi harus diimani (qs. Ali imran [3]:169)
Walaa tah-saban-nalladziina qutiluu fii sabiilillaahi
Amwaatan bal akhyaaun 'inda robbihim yurzaquun
[3:169] janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan allah itu mati; bahkan mereka itu hidup*/ disisi tuhannya dengan mendapat rezki
Maksudnya hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di dan hanya allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.)
Sakaratul maut.
·      Proses dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, melalui proses “salaratul  maut” yang mengiringi pisahnya ruh dengan jasadnya.
·      Yang dilakukan oleh “malaikat  dicabutnya nyawa”  yaitu malaikat izroil, yang posturnya tinggi besar hitam legam, sangat mengerikan dan menakutkan,
Dikisahkan dialog antara nabi ibrahim dengan malaikat izroil, karena nabi ibrahim penasaran bagaimana wujud malaikat izroil yang menakutkan ini dan caranya menyabut nyawa.
ü "wahai malaikat maut, dapatkah engkau memperlihatkan wajahmu saat engkau mencabut nyawa manusia yang gemar berbuat dosa?" tanya nabi ibrahim
ü "engkau tidak akan sanggup melihat rupaku saat aku mencabut nyawa manusia yang banyak berdosa," jawab malaikat maut.
ü "aku pasti sanggup," tegas nabi ibrahim as dengan penuh percaya diri.
ü "baiklah kalau begitu, berpalinglah dariku," pinta malaikat maut.
Pada saat nabi ibrahim as berpaling kembali, di hadapannya telah berdiri sosok yang menyeramkan, seketika itu pula nabi ibrahim as jatuh pingsan tak sadarkan diri karena tidak sanggup melihat rupa malaikat maut tersebut.
·      Sakaratul maut, harus diimani bahwa itu memang haq adanya, ini ditegaskan oleh allah swt dalam firmannya :
Wajaa-at sakrotul mawti bilkhaqqi
Dzaalika maa kunta minhu takhiid
[50:19] dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.   [qs. Qaaf (50): 19]
·      Sakitnya sakaratul maut, sebagaimana disampaikan oleh rasululloh saw :
“sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (hr tirmidzi)
kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (hr bukhari)
Sakaratulmautnya orang mukmin,
·      Bagaimana kalau seorang mukmin atau orang yang beriman lagi menghadapi sakaratul maut.
·      Malaikat memperlakukan dengan sangat baik dan lembut
Alladziina tatawaf-faahumul malaa-ikatu thoyyibiina
Yaquuluuna  “salaamun 'alaykumu”
Orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan thoyyibin/baik
Oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "salaamun'alaikum” ( selamatn dan sejahtera bagimu)
Thoyyibin, dalam tafsir maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.
Udkhuluul jannata bimaa kuntum ta' maluun
Masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". Qs, an nahl [16]:32)
·      Rasululloh saw menggambarkannya lebih indah lagi bagaimana seorang mukmin yang menghadapi sakaratul mautnya, sebagaimana diriwayatkan oleh ahmad dari  al bara` bin 'azib radhiyallahu 'anhu:
"seorang hamba mukmin, jika telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat akan mendatanginya dari langit, dengan wajah yang putih. Rona muka mereka layaknya sinar matahari.
Mereka membawa kafan dari syurga, serta hanuth (wewangian) dari syurga. Mereka duduk di sampingnya sejauh mata memandang. Berikutnya, malaikat maut hadir dan duduk di dekat kepalanya sembari berkata: "wahai jiwa yang baik –dalam riwayat- jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan allah dan keridhaannya".
Ruhnya keluar bagaikan aliran cucuran air dari mulut kantong kulit. Setelah keluar ruhnya, maka setiap malaikat maut mengambilnya. Jika telah diambil, para malaikat lainnya tidak membiarkannya di tangannya (malaikat maut) sejenak saja, untuk mereka ambil dan diletakkan di kafan dan hanuth tadi. Dari jenazah, semerbak aroma misk terwangi yang ada di bumi.." [al hadits].[hr. Ahmad (4/2876, 295, 296) dan abu dawud kitab sunnah bab pertanyaan di alam kubur dan siksanya (4753)].
Sakaratulmautnya orang kafir.
·      Kalau sakaratulmautnya orang mukmin malaikatnya begitu dengan baik memperlakukannya, lantas bagaimana kalau sakaratulmautnya orang kafir
·      Rasululloh saw menceritakan sebagai hadits riwayat achmad dan abu dawud dalam kitab sunnah bab pertanyaan dan siksa dialam kubur ( ini bacaannya kok yang ngeri.... Seperti judulnyanya hari ini dzikrul maut untuk mengokohkan dzkrullooh)
·      Nabi menceritakan kondisi sakaratul maut orang kafir : 
"sesungguhnya hamba yang kafir (dalam riwayat lain disebut juga  yang jahat) jika akan telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan dari langit dengan wajah yang buruk dengan membawa dari neraka.
Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: “wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan allah dan kemarahan-nya".
·      Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek) yang banyak mata besinya dari bulu wol yang basah. [hr. Hr. Ahmad (4/2876, 295, 296) dan abu dawud kitab sunnah bab pertanyaan di alam kubur dan siksanya (4753)].
·      Allah menunjukan dahsyatnya sakaratulmaut orang kafir
~     ............................................
~     "alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sakaratul maut,
~     “walmalaa-ikatu baasithuu aydiihim” sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (sambil berkata): “akhrijuu anfusakum“ ("keluarkan nyawamu".)
~     Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya". (yawma tujzawna 'adzaaba lhuuni bimaa kuntum taquuluuna 'alaallaahi ghayra lhaqqi wakuntum 'an aayaatihi tastakbiruun ) (qs. Al an’am [6]:93)
·      Hati-hati syaithinnirojim, tetap berusaha mendoktrin dan mengelincirkan manusia dari jalan yang benar, sampai manusia saat menghadapi maut.
·       rasulullah bersabda, “sesungguhnya syetan akan mendatangi kalian saat menjelang kematiannya. Ia menyeru: ‘matilah sebagai seorang yahudi, matilah sebagai seorang nashrani.” (hr. Nasa’i).
Sunnah dalam mendampingi orang sakaratul maut
·      Karena itu talqinlah, yakni mengajarnya membaca "la ilaha illallah." berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh muslim, abu daud dan turmudzi dari abu sa'id al-khudri, bahwa rasulullah saw. Bersabda: "ajarkanlah orang-orangmu yang akan meninggal membaca la ilaha illallah!"
·      Rosululloh saw bersabda : mangkana akhiruu kalamihi laailaha illallah dakholal jannah / barangsiapa yang diakhir hidupnya mengucap laailaha illallah maka akan dimasukkan syurga (hr. Ahmad dan abu daud)
·      Kalimah tauhid itu dapat dengan mudah diucapkan dalam kondisi apasaja, bila dilakukan dengan wasila/perantara... Amal sholeh selama hidupnya!!
·      Bacakan surah yasin. "yasin adalah jantung al-qur'an, dan tidak seorang pun yang membacanya dengan mengharapkan keridhaan allah dan pahala akhirat, kecuali ia kan diampuni-nya. Dan bacakanlah ia kepada manusia, yakni orang yag hendak meninggal diantaramu!" (hr.  Ahmad, abu daud, nasa'i, hakim dan ibnu hibban)
·      Menurut ibnu hibban: "mauta” maksudnya ialah orang yang telah dekat ajalnya, jadi maksudnya bukan dibacakan kepada mayat (orang yang telah meninggal dunia),"

Banyak berdo’a
·      Hendaknya selalu bero’a mohon  kemudahan  dalam  menghadapi  sakaratul maut  
الْمَوْتِ سَكَرَاتِ عَلَى أَعِنِّيْ اَللَّهُمَّ
Allaahumma i’innaa ‘alaa sakarotil mauta
"ya allah, tolonglah aku menghadapi sakaratilmaut ."
(hrtirmidzi dan ibnu majah )
·      Allahumma haw-win ‘alainaa fii sakarotil-mauut, wan-najaata  minan-naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab../ ya allah, ya tuhan kami mudahkan kami pada gelombang sakaratul maut, dan bebaskan kami dari adzab neraka, serta memperoleh ampunan ketika dikhisab.

Penyesalan orang kafir-mufaik
Dan merekapun ingin dikembalikan ke dunia
·      Penyesalan dikemudian emang tak ada gunanya, tapi itu belum membuat orang menjadi cerdas, yaitu dengan “dzikrul maut”/mengingat kematian.
·      Tatkala ia berada di yaumil hisab, mereka merengek minta dikembalikan kedunia agar ia bisa beramal sholeh, yang selama ini ia tinggalkan :
..... Qoola robbi irji 'uun
[23:99] ...dia berkata: "ya tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
La 'allii a' malu shoolihan fiimaa taroktu
[23:100] agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.
Tetapi allah maha mengetahui, bahwa itu hanya di bibir saja :
Kallaa innahaa kalimatun huwa qoo-iluhaa
Wamin waroo-ihim barzakhun ilaa yawmi yub'atsuun
Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
(qs. Al mu’minun [23]: 99-100)
[juga dalam (qs. Al munafiqun : 10-11)  (qs. Ibrahim : 44)}

Mengingat maut , mendorong ketaatan
·      Dari abu hurairah r.a beliau berkata, “rasulullah saw bersabda, ‘perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan’, yaitu kematian. (hr. At tirmidzi, syaikh al albaniy dalam shahih an nasa’iy 2/393 berkata : “hadits hasan shahih”)
·      Syaikh salim bin ‘ied al hilaly hafizhahullah dengan mengingat mati/dzikrul maut  dapat menghalangi dari berbuat maksiat, dan mendorong untuk berbuat ketaatan, selalu dzikurlloh.

Pendekkan angan-anganmu!
·      Sikap panjang angan-angan akan membuat seseorang malas beramal, mengira hidup dan umur mereka panjang sehingga menunda-nunda dalam beramal shalih.
·      Dari anas beliau berkata, “rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘setiap anak adam akan menjadi tua dan hanya tersisa darinya dua hal: ambisi dan angan-angannya[6]
·      Dari ibnu umar r.a ia berkata : rasulullah saw pernah memegang pundak kedua pundakku seraya bersabda :
“jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “.
Ibnu umar berkata : “jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”. (hr. Al-bukhari, lihat al fath i/233)
·      Oleh karena itu, di antara bentuk dzikrul maut adalah memperpendek angan-angan, dan tidak menunda-nunda dalam beramal shalih.
·      Sebagai penutup, kami sampaikan peringatan allah swt :
Qul innal mawtalladzii tafirruuna minhu fa-innahu mulaa qiikum tsumma turodduuna ilaa 'aalimil ghoybi wasysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluun
[62:8] katakanlah: "sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
(qs. Al jumu’ah [62]:8)


Demikian yang saya sampaikan bila itu kebenaran, merupakan kebenaran yang datangnya dari allah semata, karena sifat-nya yang  al haaq/yang maha benar,

Kalau ada salahnya, itulah kesalahan saya sebagai manusia,
Yang sifatnya memang deket dengan kekhilafan
Seperti kata pepatah arab :
al insaanu makhallul khoto wan nisyaan”.

Waloohu a’lam bishowab
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadualla ilahailla anta
Astagfiruka wa’atubu ilaik
“maha suci engkau ya allah, dengan memuji-mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-mu, aku memohon pengampunan-mu dan bertaubat kepada-mu.”
(hr. Tirmidzi, shahih).
Nas-alullah as-salamah wal ‘afiyah/
Hanya kepada allah kita mohon keselamatan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Wassalamu’alaikum warahmatulloohi wabarokatuh

&&&&&(hambaly)&&&&&&


Label: